Ganjar ajak mahasiswa ikut cegah tengkes di Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak kalangan mahasiswa ikut berperan aktif mencegah stunting (tengkes) di Jateng.


"Dengan praktik langsung di lapangan sekaligus turut serta mencegah stunting. Selain mengasah kepekaan sosial, mahasiswa juga bisa mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama kuliah," kata Ganjar usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang di Semarang, Senin.


Menurut dia, Pemprov Jateng saat ini sedang giat mengurangi tengkes dengan sejumlah program seperti Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng) atau pendampingan untuk ibu hamil, dan Program Satu Mahasiswa mendampingi Seorang Ibu Hamil (one student one client).


"Kami lagi bergerak ini. Ada penurunan stunting, bagaimana menjaga kesehatan ibu-anak, khususnya mereka yang sedang hamil. Kami punya program one student one client. Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng itu sebenarnya perhatian pada ibu hamil," ujarnya.

Baca juga: PTS diminta berinovasi-beradaptasi secepat perkembangan zaman


Berdasarkan data, ada sekitar 20 persen ibu hamil bermasalah di Provinsi Jateng dan membutuhkan pendampingan untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.


Terkait dengan hal itu, lanjut Ganjar, mahasiswa dan perguruan tinggi bisa mengambil peran untuk mendampingi yang bermasalah itu sampai melahirkan serta memastikan ibu dan anaknya dalam kondisi selamat.


"Kalau itu bisa didampingi oleh teman-teman mahasiswa maka learning process-nya mereka belajar, bagaimana mendampingi. Dosennya membimbing, maka ini merdeka belajar yang konkret. Stunting-nya bisa dicegah," katanya.

Baca juga: Ganjar berharap Politeknik Gusdurian hasilkan ahli-ahli moderat


Orang nomor satu di Jateng itu menyebut perguruan tinggi bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan mahasiswa yang ikut serta dalam one student one client, kemudian bisa mendapatkan penghargaan atau apresiasi, baik nilai akademik maupun nilai praktik di masyarakat.

"Kami bisa kerja sama dengan Unimus. Mahasiswa diajak dan dikasih perhatian, reward, dan apresiasi kepada mereka agar selama ia kuliah pernah melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa, negara dan kemanusiaan," ujarnya.

Baca juga: Ganjar: Festival balon udara tradisi Wonosobo perlu terus dilakukan