Ganjar Blakblakan Ada Penyelenggara Vaksinasi Lepas Tanggung Jawab

·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan kepada setiap penyelenggara kegiatan vaksinasi COVID-19 secara massal agar tidak lepas tanggung jawab setelah penyuntikan dosis pertama. Penyelenggara harus juga mencatat jumlah vaksin yang disuntikkan agar data bisa terintergrasi.

Ganjar mengungkapkan itu menyusul polemik data vaksinasi di Jawa Tengah yang tidak selaras antara data yang diinpit di aplikasi Pcare di daerah dengan aplikasi Smile di pemerintah pusat sehingga menyebabkan, salah satunya, pasokan vaksin tersendat.

"Tolong dicatat semua yang sudah divaksin. Siapkan nanti vaksin yang kedua, jangan sampai panitia ini bubar di sini; harus siap-siap lagi nanti yang kedua," kata Ganjar saat memberi sambutan secara virtual acara Vaksinasi Massal Gratis Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan FKUB di Banyumas, Senin, 23 Agustus 2021.

Ganjar mengaku menemukan ada penyelenggara vaksinasi melakukan hit and run, karena setelah menyelenggarakan suntikan pertama lalu panitianya bubar. Akibatnya, masyarakat bingung kapan dan di mana mendapatkan vaksin kedua.

"Kita coba rearrangement: kita akan menyeleksi tempatnya di mana, vaksinnya apa—itu yang kami harus pilah-pilah lagi, dan ternyata tidak cukup mudah," ujarnya.

Penyelenggara, kampus maupun instansi yang lain, agar memberi prioritas kepada orang tua, serta masyarakat dengan kelompok rentan atau memiliki komorbid dan ibu hamil. Selain itu juga aktif jemput bola agar percepatan bisa terealisasi.

"Target presiden sampai akhir tahun akan dikebut. Kalau kemudian kita akan gas pol serentak, misal presiden bilang sehari mau tiga juta, itu tidak sulit jika semua membantu," tegasnya.

Teguh Joko Sutrisno/Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel