Ganjar Buka-bukaan Masih Ada Warga Tak Percaya Wabah COVID-19

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeberkan gaya komunikasi untuk mengajak warga Jawa Tengah khususnya para lansia agar mau mengikuti vaksinasi COVID-19.

“Kalau saya, saya ajak bercanda aja. Nanya biasanya, ‘Bapak, Ibu, sudah divaksin belum?’, ‘Oh, belum’. ‘Sudah siap divaksin?’, ’Siap!’, itu sudah cukup buat saya,” kata Ganjar dalam diskusi daring “Percepatan Vaksinasi Demi Herd Immunity” yang disiarkan dalam kanal YouTube Kominfo, Rabu, 24 Maret 2021.

Menurutnya, dengan pola komunikasi yang lebih santai dan sederhana, pemerintah dapat melihat antusias masyarakat secara langsung.

Ia bahkan menyebut warga di Jawa Tengah memiliki semangat yang tinggi dan tidak sabar untuk menerima antrean mendapatkan vaksin.

“Saya rasa enggak perlu mendorong dengan kalimat, karena dengan ngobrol dan bahasa yang biasa sebenarnya kita sudah dapat melihat mata masyarakat. Mereka mau dan juga siap (untuk divaksin),” ujar Ganjar.

Ia mengatakan tidak mau memusingkan orang-orang yang menolak vaksin karena jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat yang antusias.

Dengan diberinya vaksin pada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh ulama, dan pemuka agama lainnya, Ganjar yakin makin banyak warga yang percaya bahwa vaksin itu aman dan mereka tidak perlu ragu untuk menerima vaksin COVID-19.

“Kalau ada satu-dua enggak mau divaksin, masih ada yang percaya kalau COVID-19 itu enggak ada, nah, yang kayak gini nanti dulu aja karena targetnya kita lebih besar nih, biarkan dulu agar energi kita enggak hilang,” ujar Ganjar.

Melihat antusias masyarakat Jawa Tengah yang besar, Ganjar pun berharap agar sentra vaksinasi COVID-19 di daerahnya bisa ditambah lebih banyak lagi.

Meski kini di Jawa Tengah sudah ada Sentra Vaksinasi COVID-19 di Semarang yang setiap hari menerima lansia sebagai prioritas utama dalam pemberian vaksin, masih banyak lansia yang belum tentu dapat ke fasilitas yang berada di tengah kota itu.

Ia pun membeberkan pada minggu ini salah satu agendanya tengah menggodok bersama Kementerian BUMN terkait persiapan pembukaan sentra-sentra pemberian vaksinasi COVID-19 di daerah yang lebih terpelosok di Jawa Tengah.

"Kami siapkan desain di Banyumas dan Purwokerto atau bisa juga di Cilacap. Karena kalau di Purwokerto akses dari Banyu Mas itu bisa lebih gampang. Kalau memungkinkan minggu depan bisa secara pararel kita melakukan itu," katanya. (ant)