Ganjar cek pelaksanaan vaksinasi COVID-19 anak di Semarang

·Bacaan 1 menit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun di dua sekolah dasar di Kota Semarang, Rabu.


Kedua sekolah dasar itu adalah SD Bugangan 03, Kecamatan Semarang Timur dan SD Miroto 01 di Kecamatan Semarang Tengah.


Saat berada di SD Bugangan 03, Ganjar mengapresiasi keberanian para siswa disuntik vaksin COVID-19 dengan mengacungkan jempol tangannya.

Baca juga: Ganjar targetkan dua juta anak Jateng disuntik vaksin


Kendati demikian, ada beberapa siswa yang tampak ketakutan dan menghindar saat hendak menerima suntikan vaksin COVID-19.


Ganjar pun dengan sabar berusaha mengalihkan perhatiannya dan mengajak mengobrol dengan pertanyaan-pertanyaan ringan menyoal sarapan serta kesukaan siswa itu.


"Nah sudah, bagaimana gak sakit 'tho'? Hebat lho ya," kata Ganjar mengapresiasi keberanian siswa.


Lain halnya di SD Miroto 01, para pelajar yang menerima vaksin adalah kelas 6 dan suasananya pun lebih tertib, tapi beberapa siswa sempat grogi karena vaksinasinya ditunggui oleh Gubernur Ganjar.


Ganjar menilai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak oleh Dinas Kesehatan berjalan lancar berdasarkan pantauan yang dilakukannya.


"Ini kesempatan anak-anak mengambil rapor, kesempatan untuk bisa melakukan percepatan. Nah sekolah-sekolah tinggal 'manggil' saja," ujarnya.

Baca juga: Anak-anak usia 6-11 tahun itu antusias divaksinasi COVID-19

Baca juga: Gubernur Jateng dorong pemda segera sosialisasikan vaksinasi anak


Pada dua titik vaksinasi anak yang dipantaunya, yakni Kota Pekalongan dan Kota Semarang, Ganjar menilai secara keseluruhan pelaksanaan vaksinasinya bagus.


Daerah, lanjut Ganjar, punya kemauan tinggi untuk melakukan percepatan vaksinasi.


"Stok vaksin oke, dari pusat sudah dikirim. Kota Semarang dikirim 150.000 dosis. Itu bisa digenjot kalau sehari 13 ribu dibagi ya kurang lebih satu minggu," kata Ganjar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel