Ganjar dan sejumlah menteri tinjau Bandara Ngloram

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan Bandara Ngloram, Kabupaten Blora, Minggu, dengan menaiki pesawat terbang jenis Hawker 900 XP.


Bersama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Ganjar melihat langsung progres pembangunan Bandara Ngloram.


Keempat pejabat negara itu juga meninjau foto-foto pembangunan Bandara Ngloram yang dimulai sejak 2019.


Ganjar menjelaskan bahwa pembangunan pengembangan Bandara Ngloram merupakan mimpi yang lama sekali dengan kondisi awal bandara memprihatinkan.

Baca juga: Target beroperasi 2021, Menhub tinjau pembangunan Bandara Ngloram


Setelah melalui proses panjang, lanjut dia, akhirnya pembangunan Bandara Ngloram dapat dilaksanakan dengan bantuan sejumlah pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah


"Tidak hanya untuk bisnis migas, tapi bandara ini pasti akan mengangkat sektor lain seperti perdagangan, pariwisata, ekonomi dan lainnya. Kalau nanti ini sudah dibuka, pasti akan dahsyat," ujarnya.


Ganjar menyebutkan, tidak hanya Bandara Ngloram yang dikembangkan, tapi juga beberapa bandara lain di Jawa Tengah juga sedang dikebut penyelesaiannya seperti Bandara Jenderal Soedirman, Kabupaten Purbalingga dan Bandara Dewandaru Karimunjawa, Kabupaten Jepara.


"Bandara Semarang sudah jadi bagus, Purbalingga dan Dewandaru sedang 'on going process'. Ini konektivitas yang bagus, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara," katanya.


Menhub Budi Karya Sumadi menambahkan pembangunan Bandara Ngloram merupakan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.


Menhub menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jateng, Bupati Blora dan jajaran Forkompimda yang telah memberikan dukungan penuh terkait pembangunan pengembangan Bandara Ngloram.

Baca juga: Kemenhub laksanakan program padat karya di Bandara Ngloram Cepu


"Sekarang sudah terlihat hasilnya. Nantinya, bandara ini bisa digunakan untuk pesawat jenis ATR72 dengan kapasitas 72 penumpang," ujarnya.


Meski masuk kategori bandara kecil, namun Bandara Ngloram nantinya dapat melayani penerbangan dari Jakarta, Balikpapan dan daerah lainnya sehingga konektivitas masyarakat Blora dan sekitarnya akan semakin baik.


"Apalagi disini banyak usaha perminyakan. Memang dibutuhkan konektivitas agar lebih mudah, apalagi daerah sini jauh dari Semarang, Solo atau Cilacap, jadi memang butuh bandara," katanya.


Sementara itu, Direktur Bandara Ngloram Nafhan Syahroni mengatakan bahwa pembangunan bandara ini ditargetkan 100 persen selesai pada 2021.


"Progres pekerjaan kami sudah membangun landasan pacu 1.500 meter dengan lebar 30 meter. Pembangunan 'taxiway' dan 'appron' juga sudah selesai dibangun. Terminal sudah dalam proses dan progresnya sekitar 35 persen," ujarnya.


Beberapa pekerjaan, lanjut dia, akan diselesaikan tahun ini diantaranya menambah landasan pacu menjadi 1.600 meter, terminal termasuk pemenuhan sarana-prasarana.