Ganjar dorong pemulihan lahan tingkatkan produktivitas bawang merah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong pemulihan lahan pertanian oleh semua pihak terkait untuk meningkatkan produktivitas bawang merah di beberapa daerah, salah satunya di Kabupaten Brebes.


"Pengembalian kesuburan tanah agar produktivitas kembali meningkat menjadi pekerjaan rumah seluruh elemen terkait," kata Ganjar seusai melihat lahan bawang merah dan berdialog dengan Gabungan Kelompok Tani Umbul Makmur Wiyono, Desa Krasak, Kabupaten Brebes, Rabu.


Menurut dia, penurunan produktivitas menjadi salah satu penyebab harga bawang merah di pasar menjadi tinggi dan berkontribusi pada inflasi di Jawa Tengah.


"Ini saya cek karena kenapa ya harga bawang merah kok kontribusi pada inflasinya tinggi sekali. Ternyata produksinya di sini juga tidak terlalu optimal," ujarnya.

Baca juga: Pemkab upayakan petani Bantul melek teknologi pertanian


Ganjar mengetahui penurunan produktivitas itu disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya, kerusakan tanah pada lahan pertanian seperti berkurangnya unsur hara pada tanah sehingga tanah menjadi keras, terlalu banyak penggunaan pupuk kimia dan pestisida, serta faktor cuaca.


"Tadi sudah kami cek, tapi dari pengakuan kawan-kawan semua sudah menyadari dan menyampaikan informasi sepertinya berkurang produktivitasnya. Maka tugas kami sekarang mengembalikan unsur hara tanah," katanya.


Terkait dengan hal itu, Ganjar langsung meminta Dinas Pertanian, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk terus melakukan pendampingan kepada para petani.


Pihak swasta juga diminta untuk ikut berpartisipasi membantu para petani memulihkan kesuburan lahannya.


"Kami harapkan nanti kampus juga dilibatkan, jadi bagaimana mengembalikan tanah ini agar subur. Nanti generasi mudanya, poktan, dan gapoktan kami siap untuk melatih mereka. Tujuannya agar kemudian tanah ini bisa dijadikan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan, bisa padi, bisa bawang merah," ujarnya.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi IV DPR panen bawang merah bersama petani milenial


Ganjar juga mengingatkan petani untuk tidak berlebihan dalam menggunakan pupuk kimia dan pestisida sebab selain memperburuk tanah, penggunaan yang berlebihan juga akan berdampak pada hal lain seperti kesehatan dan tengkes (stunting).


"Hati-hati lho kalau pestisida berlebih bahaya buat nanti anak-anak. Kalau pestisida kena air, nanti bisa membuat stunting dan gondok," katanya.


Selain mendorong pemulihan lahan pertanian bawang merah, ia sudah menyiapkan formula bantuan untuk menekan inflasi, khususnya terkait distribusi bawang merah dan bantuan berupa subsidi untuk menekan ongkos kirim komoditas sebesar Rp1.500 per kilogram.


"Sekarang kami sedang siapkan itu, menyiapkan formasi datanya. Maka kalau hari ini ternyata belum panen, nanti kami cek dari gudang, berapa ongkos kirim, apakah ada gangguan apa tidak, jika iya maka sebenarnya itu bagian dari objek yang bisa kita jadikan sasaran bantuan," ujarnya.