Ganjar dorong penggunaan bus listrik untuk transportasi umum

·Bacaan 1 menit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong penggunaan bus listrik untuk transportasi umum yang ramah lingkungan.


"Yang mau kami dorong itu mobil, termasuk di Dinas Perhubungan itu bus, kami sudah penjajakan dengan beberapa penyedia bus listrik sehingga harapannya bus-bus kota itu mungkin semuanya TransJateng juga bisa diganti bus listrik," katanya di Semarang, Jumat.


Terkait dengan hal itu, Ganjar meminta industri-industri melakukan riset dan pengembangan kendaraan listrik ramah lingkungan.


"Saya telah berdiskusi dengan berbagai pihak terkait ini, yang sedang dibahas adalah penggunaan bus listrik untuk transportasi umum di Jateng," ujarnya.

Baca juga: Indonesia perlu produksi bus listrik untuk angkutan publik masa depan


Selain itu, lanjutnya, ini merupakan bagian dari spirit bagaimana mentransformasikan kendaraan yang berbahan bakar fosil berpindah ke listrik.

Di sisi lain, Ganjar juga mengingatkan agar persiapan transformasi ini dilakukan secara menyeluruh, terutama terkait pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik.


"Diharapkan bagaimana cara 'merecycle' yang aman yang tidak membuat limbah B3 dan seterusnya ternyata sudah dipikirkan semua dan sekarang sistemnya sedang dikembangkan, nanti ada semacam tempat untuk 'riset and development' berkaitan dengan baterainya," katanya.

Baca juga: Semarang uji coba bus listrik buatan dalam negeri


Upaya ini, kata Ganjar, harus didukung penuh karena selain membawa banyak manfaat, juga mengurangi polusi udara yang dihasilkan dari kendaraan berbahan bakar fosil.


"Bagian dari pengibaran bendera revolusi hijau dalam sistem transportasi kita dan ini bagian yang menurut saya luar biasa, saya akan dukung penuh ini," ujarnya.


Baca juga: DAMRI gelar program retrofit bus listrik untuk transportasi umum

Baca juga: Tiga provinsi siap pakai bus listrik Bakrie-BYD

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel