Ganjar-Erick Unggul di Survei, Keduanya Dianggap Pemersatu Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pemilu 2024 Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi yang terkuat, dalam simulasi tiga poros hasil survei Lembaga survei Poltracking Indonesia.

Akademisi Jateng Mudhofir Abdullah menyatakan kandidat pasangan Ganjar dan Erick merupakan sosok pemimpin nasionalis yang dimiliki Indonesia.

Kepemimpinan bercorak nasionalis tersebut, dianggap dapat menyatukan berbagai perbedaan yang ada di masyarakat Indonesia.

"Pasangan Bapak Ganjar Pranowo dan Bapak Erick Thohir adalah pemimpin yang bisa mempersatukan negara dan memajukan bangsa Indonesia," kata Mudhofir, Solo, Kamis (24/11).

Mudhofir yang juga rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta itu menjelaskan, Ganjar adalah pemimpin yang sudah lama berkecimpung di dalam dunia politik. Sehingga kemampuannya tersebut dapat membawa stabilitas politik di tengah masyarakat.

"Di samping itu Ganjar memiliki pengalaman memimpin Jateng selama dua periode. Sedangkan Erick Thohir memegang peranan penting dalam hal kestabilan ekonomi di masyarakat," lanjutnya.

Dia tidak meragukan kepemimpinan dan pemahaman mantan Presiden Inter Milan tersebut di bidang ekonomi. Apalagi Erick Thohir sudah terbukti sukses sebagai seorang profesional di luar dan dalam negeri.

Baik stabilitas politik dan ekonomi adalah sektor yang saling melengkapi untuk mencapai persatuan di masyarakat. Karenanya Prof Mudhofir meniali Ganjar dan Erick Thohir adalah pemimpin yang saling melengkapi untuk persatuan dan kemajuan masyarakat Indonesia.

"Pak Ganjar dan Pak Erick Thohir adalah pemimpin yang luar biasa dan saling melengkapi. Yang satu lama di bidang politik, yang satu lama di bidang ekonomi. Pemimpin untuk kemajuan Indonesia ke depannya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Poltracking Indonesia merilis hasil survei mengenai elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pemilu 2024. Dari simulasi tiga poros, duet Ganjar dan Erick menjadi yang terkuat.

Poltracking membagi tiga poros yang terdiri dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diisi Golkar, PPP dan PAN. Selanjutnya ada koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) gagasan Gerindra-PKB ditambah PDIP. Poros ketiga ada koalisi NasDem, PKS dan Demokrat.

Pada simulasi pertama Poltracking, KIB diwakili Ganjar-Erick Thohir, KIR plus PDIP diwakili Prabowo Subianto dan Puan Maharani, sementara NasDem, PKS dan Demokrat mengusung Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono.

"Dalam simulasi tiga pasangan Capres-Cawapres 2024, Ganjar-Erick Thohir memperoleh angka elektabilitas tertinggi dengan 28,4 persen. Kemudian disusul Anies-AHY 20,6 persen dan Prabowo-Puan 17,7 persen," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, Rabu (31/8).

Poltracking memberikan simulasi tiga poros dengan model kedua, dengan mengubah peta koalisi. KIB masih dengan Ganjar-Erick Thohir, KIR dengan Prabowo-Muhaimin Iskandar dan PDIP merapat bersama NasDem, PKS dan Demokrat dengan mengusung Anies-Puan.

"Dalam simulasi tiga pasangan Capres-Cawapres 2024, Ganjar-Erick Thohir memperoleh angka elektabilitas tertinggi dengan 28,6 persen. Diikuti oleh Prabowo-Cak Imin 19,2 persen, dan urutan ketiga ada Anies-Puan di angka 10,1 persen," jelasnya.

Poltracking menggelar survei pada 1-7 Agustus 2022 melalui wawancara tatap muka langsung. Survei menggunakan metode pengambilan sample multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1220 responden. Survei memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [cob]