Ganjar Imbau Pengusaha di Jateng Cairkan THR 7 Hari Sebelum Lebaran: Jangan Dicicil

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyakini para pengusaha akan membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun 2022 secara penuh kepada pekerja/buruh. Menaker menyatakan, keyakinannya tersebut mengingat kondisi perekonomian saat ini yang sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan pelaksanaan THR dua tahun sebelumnya.

Melanjutkan hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomunikasi dengan pihak-pihak pengusaha dan dinas terkait di Jateng agar pemberian THR dibayarkan tunai, tidak boleh dicicil. Agar, lanjut dia, mampu meningkatkan perekonomian daerah.

"Dan Disnaker kita, Disperindag kita, dengan Apindo, dengan Kadin, agar tidak mencicil THR yang diberikan. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraannya dan pasti akan dibelanjakan dan itu akan menyuntik ekonomi," ujar Ganjar usai membuka UKM Virtual Expo 2022 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/4).

Kader PDIP ini meminta pemberian THR bagi pekerja dicairkan paling lambat tujuh hari sebelum lebaran. Supaya masyarakat tidak kesulitan ekonomi saat membeli persediaan menjelang lebaran.

"Kita sudah bicara dengan kementerian bahwa memang itu tidak boleh dicicil. Kita laksanakanlah untuk di daerah," tegas Ganjar.

Ganjar juga menyampaikan Pemprov Jateng dan Bank Indonesia (BI) telah memprediksi putaran perekonomian di Jawa Tengah akan meningkat. Ganjar mendorong penggerak roda perekonomian di Jawa Tengah agar mampu mengoptimalkan seluruh potensi-potensi yang ada. Salah satunya usaha kecil menengah (UKM).

"Jadi hasil hitungan kita dengan BI kemarin di lebaran besok itu akan meningkat tinggi, maka kita akan jemput bola kita siapkan ukm-nya agar mereka menyiapkan diri untuk produknya bisa terjual," tutur Ganjar. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel