Ganjar Marah Pergoki Acara Karnaval Sepeda Tak Ada yang Bermasker

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa kesal betul. Pada Minggu, 29 Agustus 2021 dia yang sedang beraktivias gowes pagi alias bersepeda memergoki sebuah acara bertema "Pit-pitan Bareng" dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1443 H di Desa Batursari, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.

Pasalnya acara yang melibatkan ratusan anak itu dilakukan tanpa protokol kesehatan ketat. Hampir semua baik panitia, peserta, orang tua yang mendampingi maupun penonton tidak memakai masker.

Ia pun langsung mencari penanggung jawab acara tersebut.

"Mas jenengan tidak pakai masker, jenengan juga. Panitianya siapa ini?" tanya Ganjar.

Ternyata orang yang ditemui dan tidak mengenakan masker itulah penanggung jawabnya. Ganjar pun langsung menegurnya.

"Mas, jenengan tahu tidak ini belum boleh? Kasihan lho mas anak-anak ini. Kita COVID-nya sudah mau baik lho. Kalau begini caranya rusak nanti. Ada izin tidak dari Kepolisian?" tegur Ganjar.

Jawaban orang yang mengaku penanggung jawab kegiatan itu malah bikin Ganjar tambah kesal karena melempar alasan bahwa peserta adalah anak-anak.

"Tidak ada pak. Ini dari anak-anak. Ini cuma berputar satu RW," ujar pria tersebut setelah buru-buru memakai masker.

Ganjar pun sekeliling dan mendapati banyak panitia, peserta, maupun orangtua yang mengikuti atau menyaksikan acara itu tidak mengenakan masker.

"Tidak-tidak. Langsung bubar. Itu ibu-ibunya juga tidak pakai masker semua. Jenengan tadi juga tidak pakai masker. Kalau begini, terus nanti saya marah, jenengan enggak enak. Kalau ini saya bubarkan pasti nggak enak," kata dia lagi.

Ia kemudian menjelaskan bagaimana kondisi COVID-19 di Jawa Tengah saat ini belum benar-benar baik meskipun ada penurunan di sejumlah daerah. Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak bereuforia.

"Mas kita sudah kesel tenan lho mas, kesel banget. Sudah capek, dokter sudah luar biasa. Jenengan justru begini. Saya ini sepedaan ngecek mas, saya sendiri pakai masker. Saya minta anda rekam setelah itu laporkan ke staf saya. Ini sampeyan sudah melanggar. Aku ora penak iki mas. Kalau begini, nanti njepat lagi. Jenengan nangis-nangis, dagang ora iso, nyambut gawe ora iso," katanya.

Panitia pun manggut-manggut. Setelah diskusi, Ganjar lalu memberi solusi.

"Yo wis, biar anak-anak tidak kecewa langsung diantar saja dan pakai masker. Satu putaran langsung pulang. Yang tidak pakai masker suruh pulang, orangtua yang tidak pakai masker suruh pulang. Lebih pintar lagi kalau jenengan itu mengajarkan anak-anak ini pakai masker. Dia sudah tidak pakai masker, orang tuanya tidak pakai masker," katanya.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel