Ganjar Minta 35 Kepala Daerah Kawal Percepatan Vaksinasi

Syahdan Nurdin
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala daerah 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah diminta mengawal percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 gelombang II agar bisa selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan.

"Kita prioritas pada percepatan vaksinasi, jadi saya minta seluruh bupati/wali kota mengawal proses percepatan ini. Tadi ada laporan beberapa daerah yang capaiannya masih rendah, terendah Kabupaten Pekalongan, setelah dikonfirmasi ternyata ada data Kabupaten Pekalongan yang masuk Kota Pekalongan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Senin.

Pada Rapat Evaluasi Penanganan COVID-19 di Jateng disampaikan capaian vaksinasi di sejumlah daerah untuk "batch" pertama masih cukup rendah, di antaranya Kabupaten Pekalongan 57,82 persen, Brebes 71,60 persen, dan Tegal 73,65 persen.

Beberapa daerah lain sudah melebihi target, di antaranya Kabupaten Kudus 102,82 persen, Pati 101,58 persen, dan Boyolali 100,16 persen.

Ganjar mengungkapkan pada rapat evaluasi penanganan COVID-19 disepakati semuanya melakukan percepatan agar vaksinasi tahap selanjutnya bisa segera dilaksanakan.

"Apalagi, untuk vaksin yang 'batch' kedua sebesar 1 juta dosis itu juga sudah kami kirim ke kabupaten/kota, saya harap ayo dipercepat, karena untuk pelayan publik seperti ASN dan lainnya lebih gampang karena sudah terdata," ujarnya.

Dengan terselesaikannya jatah vaksin "batch" pertama itu, penanganan selanjutnya akan lebih mudah, terlebih pada vaksinasi gelombang II ini, ada masyarakat umum yang dilibatkan.

"Ini membutuhkan 'treatment' lebih besar, mengingat datanya harus diverifikasi dan divalidasi dengan benar. Belum lagi sekitar Mei nanti, akan ada pengiriman beberapa jenis vaksin yang berbeda merek. Ini harus disiapkan skenarionya, jangan sampai ada masyarakat yang disuntik beda vaksin pada penyuntikan pertama dan kedua," katanya.

Ganjar menegaskan dirinya menargetkan ada 1.000 orang yang divaksin dalam sehari untuk proses vaksinasi tahap kedua ini, bahkan jika memungkinkan ada penambahan target penerima agar proses vaksinasi bisa lebih cepat.

"Kalau sehari 1.000 ternyata masih ada waktu, vaksinatornya masih sanggup dan orang yang divaksin masih ada, besok bisa ditambah, tapi kalau 1.000 itu sudah cukup melelahkan dan waktunya ternyata habis, target itu yang akan kita kunci," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo mengatakan bahwa proses pengiriman vaksin tahap kedua sudah dilakukan ke seluruh kabupaten/kota dan targetnya hari ini vaksin sudah tiba di seluruh lokasi itu.

"Sudah kami kirim dari kemarin dan sampai hari ini masih berproses. Kami targetkan proses distribusi vaksin ke kabupaten/kota selesai hari ini," katanya. (ant)