Ganjar Minta Kasus Tembok Benteng Bekas Keraton Kartasura Dibongkar Diusut Tuntas

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyayangkan kejadian perusakan tembok Keraton Kartasura itu. Ganjar mengatakan sudah menerjunkan tim mengidentifikasi persoalan tersebut.

"Sudah direspon dari kepolisian sudah dan dari dinas kita juga sudah di lokasi. Saya minta dicek," kata Ganjar, Senin (25/4).

Tidak hanya kondisi benteng, menurut Ganjar, pengecekan juga dilakukan untuk mengetahui siapa pihak yang terkait dengan kejadian itu.

"Siapa yang jual, siapa yang beli, itu tanahnya siapa? Dengan merunut itu, kita bisa tahu ini bangunan bersejarah kok bisa diperjualbelikan sehingga dilakukan tindakan yang tidak tepat. Kami sudah ada informasi semua itu," ujar dia.

Peringatan Buat Pemerintah

Ganjar mengaku terus berkoordinasi dan bekerjasama Dirjen Kebudayaan terkait penanganan kasus itu. "Saya menunggu proses berikutnya dan saat ini lokasi sudah di police line," ujar dia.

Kasus dirusaknya tembok Baluwarti menjadi peringatan untuk pemerintah. Bahkan kejadian itu merupakan kritik keras.

"Itu peringatan buat kita, itu kritik keras buat pemerintah, buat saya sendiri. Bagaimana kita melindungi cagar budaya selama ini," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, terhadap bangunan cagar budaya yang tidak terawat, banyak orang menganggap seperti onggokan sampah tidak berguna. Sehingga, sering terjadi perusakan dan tindakan merugikan lainnya. Padahal, cagar budaya itu memiliki nilai historis yang tinggi.

"Tapi begitu kejadian seperti ini, semuanya geger. Ya ini koreksi buat pemerintah yang harus diperbaiki," kata Ganjar.

Termasuk kepemilikan bangunan atau benda cagar budaya harus jelas agar tidak terjadi persoalan. "Saya khawatir itu punya perseorangan dan mau jual. Ya kalau gitu memang ada hak perdatanya, tapi ada pelanggaran yang dilakukan. Saya rasa mesti ada kritiknya soal ini," pungkasnya.

Seperti diketahui, tembok eks Keraton Kartasura di Kabupaten Sukoharjo dirobohkan menggunakan eskavator. Padahal, tembok tersebut merupakan benda cagar budaya.

Adapun yang melakukan perusakan adalah seorang pengusaha yang diketahui bernama Burhanudin. Ia mengaku membeli tanah tersebut dari orang yang tinggal di dalam tembok Keraton Kartasura bernama Linawati. Tembok itu dijebol karena akan digunakan untuk dibuat ruko dan indekos. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel