Ganjar Minta Sekolah Fleksibel, Tak Harus Seragam Sarungan pun Boleh

Daurina Lestari, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sekolah dengan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sekarang sedang diujicobakan di Jawa Tengah, memunculkan hal-hal baru. Termasuk hal-hal kecil yang tak diduga sebelumnya. Seperti aturan seragam sekolah.

Saat sidak uji coba PTM di MAN 1 Kota Semarang, Selasa 6 April 2021, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menemukan fakta kalau ternyata para siswa memakai satu seragam untuk dua hari. Di saat masa normal itu hal biasa.

Namun saat situasi pandemi COVID-19 demi penerapan protokol kesehatan seperti sekarang, mengharuskan siswa langsung mencuci seragam sesampainya di rumah. Khawatir seragamnya tidak kering, siswa tidak mencucinya dan hanya menjemurnya.

“Karena dua hari pakai seragam yang ini, jadi pulang, ganti baju lalu mandi, seragamnya dijemur,” kata salah seorang siswa saat ditanya Gubernur.

Baca juga: Inggris Mungkin akan Larang Vaksin AstraZeneca bagi Kalangan Muda

Mencermati hal tersebut Ganjar Pranowo minta kepada pihak sekolah untuk fleksibel terkait seragam sekolah. Menurutnya, demi keamanan siswa dan guru, pakaian tidak harus seragam.

"Jadi mungkin pak, kasih toleransi saja pak, enggak usah pakai seragam. Ndakpapa, enggak pakai seragam. Bajunya dicuci, demi keamanan. Sehari ganti tiap hari ganti, sarungan yo rakpopo, sing penting ilmune karena kondisinya darurat,” kata Ganjar kepada guru MAN 1 Semarang.

Terkait pelaksanaan PTM, Ganjar menilai pelaksanaan uji coba PTM di dua sekolah yang dikunjunginya berjalan dengan baik. Dia berharap, standar ketat protokol kesehatan tersebut terus dijaga.

"Tinggal membiasakan, saya ingatkan dan tidak pernah bosan agar bapak ibunya yang mengontrol. Ini contoh di MAN 1 ada satgasnya, yang kita harapkan dia monitor terus, keliling terus," ujar Ganjar saat sidak ke sekolah dengan bersepeda.

Laporan: tvOne/Teguh Joko Sutrisno