Ganjar paparkan cara atur jarak di pasar, Presiden Jokowi apresiasi

Risbiani Fardaniah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi penerapan pengaturan jarak antarpedagang pasar di Jawa Tengah (Jateng) sebagai upaya mengantisipasi meluasnya penyebaran COVID-19.


Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat rapat terbatas bersama sejumlah jajaran menteri dan gubernur secara virtual, Selasa.


Dalam rapat terbatas tersebut Ganjar Pranowo menyampaikan sejumlah isu terkait penanganan COVID-19 di Jawa Tengah pada berbagai sektor, seperti kesehatan, ekonomi, dan lainnya.


"Bapak Presiden kami laporkan, saat ini kami sedang melakukan penekanan pada penataan pusat konsentrasi masyarakat, dimana physical distancing tidak mudah dilakukan. Kami membuat terobosan-terobosan baru dan mendorong terciptanya normal baru," kata Ganjar Pranowo.


Yang telah dilakukan, lanjut Ganjar, adalah penataan pasar-pasar tradisional sebab sampai saat ini suasana di masyarakat masih terbawa Lebaran sehingga banyak yang ke pasar membeli baju baru atau makanan.


"Masih banyak yang ingin bakdan (merayakan Lebaran) sehingga toko-toko dan pasar sekarang ramai dikunjungi masyarakat. Kami sudah lakukan intervensi dengan menggandeng pihak terkait," ujar Ganjar.

Baca juga: Sejumlah gubernur laporkan upaya penanggulangan COVID-19 ke Presiden


Bersama TNI/Polri, Satpol PP dan bupati/wali Kota, Ganjar telah meminta daerah untuk menata semua pasar tradisional agar tetap berjalan, namun dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.


Bahkan Ganjar menegaskan agar pemerintah daerah setempat menutup pasar tradisional apabila tidak mau menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena dikhawatirkan kerumunan pasar bisa menyebabkan kondisi tidak bagus.


" Alhamdulillah sekarang penataan pasar ini sudah jadi tren dan gaya hidup di Jawa Tengah. Mereka bisa menata agar normal barunya bisa berjalan, penataan pasar penting karena ini berpengaruh pada situasi ekonomi masyarakat. Ini upaya mitigasi kami agar jangan sampai ada akses sosial yang timbul," katanya.


Sementara itu Presiden Jokowi dalam rapat terbatas mengatakan bahwa masing-masing provinsi berbeda-beda dalam pencegahan COVID-19.


"Saya sangat menghargai apa yang dilakukan Jawa Tengah. Saya melihat contoh pelaksanaan jaga jarak di pasar-pasar tradisional di Jateng. Pasar di Salatiga itu bagus sekali, ekonomi tetap bisa berjalan tetapi jaga jaraknya ketat dilakukan," kata Presiden Jokowi.


Penerapan physical distancing di pasar tradisional Jawa Tengah, lanjut Presiden Jokowi, sebenarnya yang diinginkannya yakni hidup berdampingan atau hidup berdamai dengan COVID-19.


Menurut Jokowi, ke depan tantangan baru akan seperti itu karena berdasarkan perkiraan para ahli, meskipun kurvanya akan turun, Virus Corona tidak bisa hilang.


"Ini akan terus sampai ketemu vaksinnya, artinya kita harus siap dengan tatanan baru dan siap hidup berdampingan dengan COVID-19. Saya sangat menghargai apa yang dilakukan Jawa Tengah. Terima kasih," ujar Presiden Jokowi.

Baca juga: Presiden: Hati-hati melonggarkan PSBB