Ganjar pastikan pelaksanaan PTM penuh berjalan baik

·Bacaan 1 menit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh berjalan dengan baik, namun tetap harus dilakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan secara ketat.


"PTM seminggu ini berjalan dengan baik," kata Ganjar usai acara Penyerahan Keputusan Pengangkatan Kepala Sekolah dan Pengarahan Gubernur Jateng kepada Kepala SMA dan SLB di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Komplek Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin.


Orang nomor satu di Jateng itu menyebut banyak sekolah di Jateng yang menggelar PTM secara penuh dengan menggunakan berbagai macam model pelaksanaan.


"Ada yang betul-betul seratus persen, ada yang separuh-separuh," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Jateng minta tiap sekolah miliki satgas COVID-19

Baca juga: Empat sekolah di Solo-Jateng ditutup akibat terpapar COVID-19


Kendati demikian, Ganjar menyarankan pelaksanaan PTM penuh tetap memperhatikan fasilitas sekolahnya.


"Sebagai contoh, ketika dalam satu ruang kelas letak duduk siswa masih bisa berjarak, maka PTM 100 persen boleh dilakukan, tapi kalau kemudian kemarin saya lihat bangkunya itu pendek dan dipakai untuk dua orang, kalau seperti ini kondisinya kayaknya agak berbahaya deh. Lebih baik dibuat dua shift," katanya.


Evaluasi secara keseluruhan, Ganjar mengacungi jempol ke seluruh sekolah pelaksana PTM penuh di Jateng.


"Tapi di tengahnya saya minta itu untuk diawasi, karena seringkali kan mereka ketemu temannya gak sadar maskernya dia buka. Nah ini saya minta satgas untuk patroli ke sekolah dan siapapun boleh mengingatkan," ujar Ganjar.

Baca juga: Legislator Jateng minta PTM dihentikan dan dievaluasi

Baca juga: Belum siap prokes, sekolah di Klaten ditemukan Gubernur laksanakan PTM

Baca juga: PTM hari pertama di Jateng, Gubernur evaluasi antrean cuci tangan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel