Ganjar: Penanganan banjir di Pati tinggal perbaikan tanggul sungai

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Pati saat ini tinggal menyelesaikan perbaikan tanggul sungai yang jebol.


"Sejauh ini warga yang terdampak banjir sudah ditangani oleh tim di lapangan dan ditampung di pengungsian. Dengan jebolnya tanggul itu maka saya minta untuk dilakukan penanganan cepat, sekarang, harus cepat," kata Ganjar di sela kunjungan kerja di Kabupaten Brebes, Jateng, Jumat.


Orang nomor satu di Jateng itu menyebutkan penanganan banjir dan perbaikan tanggul sungai yang jebol berdasarkan peta yang ada sebenarnya tidak terlalu sulit karena hanya mengirimkan alat berat ke lokasi.


"Sebenarnya dari peta yang ada tidak terlalu sulit, tinggal mengirim alat beratnya ke sana. Dari BBWS kemarin sudah turun," ujarnya.

Baca juga: Jumlah desa terdampak banjir bandang di Pati Jateng capai 26 desa


Menurut Ganjar, prinsip penanganan bencana seperti yang terjadi di Kabupaten Pati tersebut pada dasarnya bisa dikerjakan lebih dulu oleh jajaran pemerintah daerah setempat, namun jika tidak dapat mengatasi atau mengalami kendala maka Pemerintah Provinsi sudah menyiapkan tim untuk memberikan bantuan.


"Prinsipnya sih kalau provinsi, kerjakan dulu di kabupaten. Kalau tidak siap kami siapkan tim untuk back up, tapi memang terkait alat berat dan sebagainya kemarin kami sudah komunikasi dan sudah tiga hari ini mereka bekerja. Mudah-mudahan sih selesai, bisa diselesaikan dengan cepat termasuk ketika menangani pengungsinya," katanya.


Tim yang diterjunkan ke lapangan juga telah bergerak cepat untuk menangani banjir bandang di Kabupaten Pati.


Selain mengevakuasi warga ke pengungsian, tim di lapangan juga melakukan pembersihan fasilitas umum dan jalan agar akses perbaikan tanggul yang jebol berjalan lancar.

Baca juga: Ganjar kirim tim gabungan tangani banjir di Pati


Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Jawa Tengah Dikki Rulli Perkasa menambahkan upaya penanganan banjir di Kabupaten Pati dilakukan sinergis.


Menurut dia, penanganan kini dipusatkan di dua desa terdampak yaitu Desa Bulumanis Kidul dan Desa Tunjungrejo, sedangkan area terdampak lain sudah tertangani.


Sasaran penanganan adalah fasilitas sosial, fasilitas umum, rumah penduduk dan akses jalan di dua desa tersebut.


Penanganan juga dibantu oleh lima kabupaten di sekitar Kabupaten Pati, sedangkan untuk upaya pembersihan dikerahkan total 12 mobil tangki dari Jepara, Demak, Kudus, Grobogan dan Rembang serta dari Kabupaten Pati.


"Di Desa Tunjungrejo dan Bulumanis Kidul, hari ini sudah bergerak. Pola penanganan untuk segera alat berat, sand bag dari BBWS dan Balai PSDA Provinsi Jateng, untuk isian pasir dan tanah dari DPU Pati. Untuk rumah terdampak banjir, Baznas Pati sudah siap dengan data dukung dari camat," ujarnya.

Baca juga: 25 rumah di Kecamatan Margoyoso Pati hanyut akibat banjir


Selain itu, Dinas Kesehatan Pati diminta untuk aktif turun ke lapangan dan memberi layanan penyehatan warga, diantaranya pemeriksaan dan memberikan dukungan vitamin bagi warga terdampak banjir, sedangkan Dinas
Sosial juga turun untuk memastikan logistik selama tiga hari ke depan terpenuhi.


Seperti diwartakan, banjir bandang yang terjadi pada Kamis (14/7) dini hari di Kabupaten Pati mengakibatkan puluhan rumah warga hanyut terbawa arus banjir.


Puluhan rumah yang hanyut terbawa banjir bandang di Kecamatan Margoyoso, yakni di Desa Bulumanis Kidul tercatat ada 13 rumah dan Desa Tunjungrejo ada 12 rumah, sedangkan rumah warga di Desa Sekarjalak hanya mengalami rusak ringan.


Untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum korban banjir, Pemkab Pati menyiapkan dapur umum di dekat balai desa masing-masing.


Selain itu, saat ini juga ada suplai kebutuhan makan dan minum dari PMI Pati, sukarelawan, komunitas, Kementerian Sosial maupun Dinas Sosial Pati serta sejumlah pihak lain.

Baca juga: Kabupaten Pati turunkan angka stunting jadi 5,4 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel