Ganjar Persilakan Seniman Manggung Lagi, Ini Syaratnya

Dedy Priatmojo, antv/tvOne
·Bacaan 3 menit

VIVA – Sejumlah penyanyi dan seniman hari ini, Selasa, 16 Maret 2021, menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kompleks Gubernuran Semarang. Mereka pada intinya ingin curhat dan komplain kenapa tidak bisa manggung. Karena ini terkait masalah ekonomi.

Para penyanyi dan seniman yang datang antara lain penyanyi dangdut asal Kota Semarang, Resa Lawangsewu, penyanyi muda asal Magelang, Woro Widowati, Ketua Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) Kota Semarang, Hendra Saputra serta beberapa seniman lain.

Menanggapi permintaan para seniman tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberi lampu hijau seniman Jawa Tengah kembali manggung di tengah pandemi. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, dan para seniman diminta membuat kesepakatan bersama terkait protokol kesehatan. Ganjar memberi sejumlah PT yang harus diselesaikan sebelum hal itu bisa terwujud.

Ia meminta ada kesepakatan bersama antar seniman terkait pelaksanaan event hiburan di tengah pandemi sekaligus dilakukan uji coba.

"Teman-teman seniman ini kan buat video judulnya surat terbuka, intinya ingin curhat dan komplain kenapa mereka tidak bisa manggung. Tentu ini terkait ekonomi. Intinya dia ingin manggung dan meminta kami mengatur banyak hal," kata Ganjar.

Ia menambahkan, penerapan protokol kesehatan dalam setiap event hiburan yang dilakukan harus benar-benar terlaksana. "Prokesnya bisa apa tidak? Tadi disampaikan mereka main di acara pernikahan, kalau itu disepakati dan mau uji coba, akan saya bantu," kata Ganjar.

Menurutnya, seniman tampil di acara pernikahan prokesnya harus diatur ketat, jaraknya diatur, flow tamu diatur dan tidak boleh ngajak nyanyi atau joget bareng," tambahnya.

Kalau itu bisa dilakukan, lanjut Ganjar, maka potensi para seniman kembali ke panggung akan sangat tinggi. Apalagi, melihat gradasi warna di Jateng yang terus membaik, maka hal itu bisa saja dilaksanakan.

"Umpama daerahnya hijau, ada acara pernikahan, silakan tampil menghibur tapi harus prokesnya benar-benar dijaga. Tentu suasana berbeda, tapi dengan situasi seperti ini, mungkin cara itu yang paling optimal," tegasnya.

Menurut Gubernur Jateng tersebut, Ganjar, tidak menutup kemungkinan konser besar bisa dilaksanakan setelah ada kesepakatan antar para seniman terkait penerapan protokol kesehatan itu. Misalnya konser besar dengan metode drive in atau dengan metode lainnya.

"Coba diskusi dulu dan hasilnya dikasih ke kita. Sambil menunggu itu, saya juga pesan agar jangan putus asa dan terus berkreasi. Kalau tidak bisa manggung, ya cari sumber pendapatan yang lain. Tadi diantara mereka ada yang jualan, jadi youtuber, saya kira ekonominya tetap bisa berjalan," tegasnya.

Salah satu seniman dangdut Resa Lawangsewu mengatakan, selama ini beberapa seniman ada yang nekat manggung, namun mereka dibubarkan oleh pihak keamanan dengan alasan pelanggaran protokol kesehatan. Makanya, PR dari Gubernur agar seniman membuat kesepakatan jadi tantangan para seniman Jawa Tengah.

"Memang selama ini, belum ada kesepakatan bersama antar seniman tentang tata cara penyelenggaraan hiburan sesuai protokol kesehatan. Kita kumpul dulu, gimana kesepakatan kita sebagai seniman. Tantangannya, bisa enggak kita mengadakan konser dengan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Ia menambahkan, seniman optimis bisa menerapkan prokes saat manggung, namun yang susah itu mengatur penontonnya. "Maka nanti kami juga akan ajak teman-teman event organizer untuk ngobrol bareng terkait masalah ini," katanya.

Sementara Ketua PAMMI, Hendra mengatakan, pihaknya akan melakukan uji coba di masing-masing daerah untuk melihat perkembangannya.

"Kalau itu berjalan, maka bisa dilakukan lebih besar lagi. Intinya dari audiensi ini, pak Gubernur mengatakan seniman bisa kembali manggung, asal benar-benar bertanggungjawab terkait protokol kesehatan," jelasnya.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno