Ganjar: Petani Jawa Tengah perlu diedukasi sistem resi gudang

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut para petani perlu mendapat edukasi mengenai manfaat penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) guna meningkatkan perekonomian serta ketersediaan stok pangan.


"Resi gudang inikan banyak manfaat nih, memang kita mesti mengedukasi kawan-kawan petani untuk mau masuk ke sistem ini. Itu perlu edukasi," kata Ganjar Pranowo usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Sistem Resi Gudang (SRG) Wilayah Jawa Tengah di Semarang, Selasa.


Menurut Ganjar Pranowo, edukasi sistem resi gudang ini diperlukan dan akan membutuhkan waktu lama, sehingga pihaknya mendorong kepada pemerintah daerah dan dinas terkait agar melakukan penyuluhan, terutama menjelang masa panen raya.

Baca juga: Gerakkan perekonomian, pemerintah dorong penggunaan sistem resi gudang


"Nah inikan mau panen raya di mana-mana, biasanya kalau supply banyak harga akan turun. Ketika harga turun ini lah sebenarnya sistem resi gudang ini menjadi penting, cuma meyakinkan masyarakat untuk pindah ke sini itu kan butuh waktu, nah sekarang contoh-contoh baik diberikan," ujar Ganjar Pranowo.


Orang nomor satu di Jawa Tengah itu menyebutkan contoh baik mengenai sistem resi gudang yang bisa diberikan kepada para petani di tiga kabupaten yakni Wonogiri, Grobogan, dan Kebumen.


Jika pemahaman tentang sistem resi gudang ini bisa ditanamkan, lanjut Ganjar Pranowo, maka akan berdampak baik pada stok pangan.

Baca juga: Petani pemilik komoditas gabah didorong manfaatkan sistem resi gudang


Sementara itu Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga yang menghadiri rakor itu menegaskan pihaknya mendukung pengembangan sistem resi gudang di Jawa Tengah, terutama dalam hal fasilitasi dari segi pembiayaan hingga pengelolaan.


Soal pembiayaan, kata Wamendag, pihaknya telah mengajak kerja sama pada bank BUMN dan keberlanjutannya bisa langsung ditindaklanjuti oleh kepala daerah masing-masing, sedangkan pengelolaannya bisa melibatkan pihak swasta.


"Kita bisa kerja sama dengan swasta sebetulnya, kita pemerintah selama ini sudah memberikan support dengan baik, tapi tidak tertutup kemungkinan swasta bisa dilibatkan dalam hal pengelolaan, mencari manajer atau pengelola gudang sehingga bisa dipastikan pengelolaannya profesional," ujar Wamendag.

Baca juga: Mendag: Sistem resi gudang tingkatkan kesejahteraan peternak