Ganjar Pranowo 'Absen' dalam Konsolidasi yang Dipimpin Puan Maharani

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Untuk menguatkan soliditas partai menuju pemilu 2024, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani pun memberikan pengarahan untuk kadernya di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaenis, Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Semarang, Sabtu (22/5).

Seluruh kader baik eksekutif, legislatif dan struktur partai diundang pada acara pengarahan tersebut, kecuali Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pertemuan ini juga merupakan rangkaian acara HUT ke-48 PDI Perjuangan.

Dari pengamatan pandangan mata terkait tokoh-tokoh yang hadir, memang tidak terlihat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Tidak ada keterangan dari struktur partai tentang hal ini.

Ketidakhadiran Ganjar, selaku Gubernur Jateng maupun kader partai ini pun menjadi perhatian tersendiri. Terlebih pada rundown acara tertulis bahwa gubernur bukan menjadi salah satu tamu pada acara yang digelar secara tatap muka dan juga virtual itu.

Dalam rundown tertulis acara dibuka oleh laporan Ketua Panitia Agustina Wilujeng. Kemudian sambutan Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto kemudian acara inti ketiga yakni arahan dari Puan Maharani.

Dalam pidatonya, Puan memberikan pesan kepada para kader untuk memenangkan Pemilu 2024 mendatang. Menurut Puan, Jawa Tengah menjadi daerah suara terbanyak untuk partai berlambang banteng moncong putih ini.

Pada susunan rundown acara yang tersebar di kalangan awak media, tertulis; "tamu tatap muka: 100 orang. (terdiri dari) DPR RI Jateng, DPD Jateng, DPRD Prop Jateng, kepala daerah & wakil kader se Jateng (kecuali gubernur)".

Sedangkan tamu virtual via zoom yakni 463 anggota DPRD kabupaten/kota, 35 DPC kabupaten/kota, 573 PAC, serta badan dan organisasi sayap PDI Perjuangan se-Jawa Tengah.

Belum ada konfirmasi dari Ganjar perihal ketidakhadiran dirinya di acara tersebut. Kabag Tata Usaha dan Rumah Tangga Pimpinan Setda Provinsi Jateng Hanung Cahyo mengatakan bahwa ketidakhadiran gubernur karena memang tidak mendapatkan undangan.

"Sudah saya cek dan pastikan tidak ada undangan acara tersebut baik selaku gubernur maupun selaku kader partai," ujarnya.

(*)