Ganjar Pranowo Persilakan Siswa Kurang Mampu Tak Usah Pakai Seragam

·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku mendapat laporan dari salah satu orangtua murid mengenai sebuah SMK di provinsi itu mewajibkan siswa untuk membeli paket seragam dan nilainya cukup besar sehingga memberatkan sebagian orangtua murid.

Ganjar meminta kepada seluruh sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk tidak mewajibkan seragam, terutama jika orangtua siswa tidak mampu.

“Sekolah enggak usah maksa. Kemarin sudah ada yang melapor ke saya—kejadian itu di SMK mana saya lupa. Itu gurunya sudah mewajibkan seragamnya ini banyak banget gitu. Kasihan,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan seragam untuk siswa tidak berpengaruh langsung pada proses belajar dan mengajar. Ia membebaskan kewajiban penggunaan seragam, terutama jika orangtua siswa memang tidak mampu.

“Jadi, kalau—mohon maaf—kalau orangtuanya yang tidak mampu, anaknya enggak perlu seragam sekarang. Udah kayak tadi aja, enggak seragam, enggak ada, enggak ngaruh,” katanya.

Semua, katanya, harus memahami dalam situasi seperti ini, tidak semua orangtua mampu untuk membeli seragam. Bagi orangtua yang mampu, tentu tidak menjadi masalah, tetapi bagi mereka yang kurang mampu, tentu akan memberatkan.

Ia menambahkan, pelaksanaan PTM saat ini harus dimanfaatkan agar siswa bisa belajar dengan nyaman dan orangtua juga tenang. Tak boleh ada paksaan untuk membeli dan menggunakan seragam. “Bahkan yang tidak mampu suruh ngomong nanti biar dibantu oleh Pemprov,” ujarnya.

Teguh Joko Sutrisno/Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel