Ganjar Sebut Butuh Tiga Hari Selesaikan Masalah Oksigen di Jateng

·Bacaan 2 menit

VIVA – Peningkatan kasus COVID-19 mempengaruhi kebutuhan oksigen di rumah sakit dan tempat isolasi terpusat. Bahkan di Jawa Tengah, pasokan oksigen harus didatangkan dari luar provinsi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, pihaknya menerima laporan mengenai kebutuhan oksigen. Menurutnya, saat ini kebutuhan oksigen di Jawa Tengah bahkan di seluruh Pulau Jawa sedang sama tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Tengah, sudah dilakukan koordinasi dengan kementerian.

"Di Jawa Tengah, pabrik di Kendal itu kecil. Suplai untuk Jawa Tengah nanti akan dibantu dari Jawa Barat dan Jawa Timur, ada juga bantuan dari Morowali. Setidaknya butuh tiga hari untuk menyelesaikan itu," kata Ganjar di sela kunjungannya ke RSUD Batang, Selasa, 29 Juni 2021.

Selain masalah oksigen, Gubernur juga menyoroti masalah testing dan kebutuhan ruang dan tempat tidur perawatan bagi pasien COVID-19.

Bed occupancy rate (BOR) di Jawa Tengah, kata Ganjar, saat ini masih tinggi karena sudah di atas 80 persen. Ia meminta agar semua daerah bisa cepat menambah tempat tidur.

"Kita siapkan rumah sakit darurat, tenda darurat, misal di depan IGD di RSUD Batang ini. Ada juga yang pintar, seperti di Klaten, dari yang pasiennya dua-dua itu dijadikan satu agar penanganan dan perawat lebih efisien melakukan tindakan," ujarnya.

Terkait testing, Ganjar meminta Bupati Batang Wihaji untuk menyiapkan tempat laboratorium tes PCR agar mempercepat tracing dan testing.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat petugas RSUD Batang dalam menyiapkan penambahan tempat tidur untuk pasien COVID-19. RSUD Batang telah memperluas poli COVID-19 dari tiga ruang menjadi lima ruang. Sementara untuk tempat tidur telah disiapkan ekstensi 50 persen kapasitas rumah sakit untuk penanganan COVID-19.

"Bagus, ekstensi tempat tidur sudah disiapkan. Untuk SDM, Bupati akan bicara dengan instansi terkait dan akan dibantu Dinkes Provinsi. Relawan akan kita siapkan. Dan karena Batang belum punya lab untuk PCR maka kami akan bantu alat, tempatnya disiapkan oleh Bupati. Biar nanti testing-nya di sini," katanya.

Selama ini untuk tes PCR, Kabupaten Batang harus mengirim ke daerah lain sehingga memerlukan waktu cukup lama.

"Kalau sehari dibatasi sepuluh itu tidak ngaruh dalam kondisi seperti ini. Paling tidak sehari musti siap 200, sehingga nanti kalau kita lakukan tracing bisa lebih cepat dan tidak ada komplain dari masyarakat," ujar Ganjar.

Laporan Teguh Joko Sutrisno (tvOne/ Semarang, Jateng)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel