Ganjar Sebut Kasus COVID-19 di Kudus Mulai Menurun

·Bacaan 2 menit

VIVA – Penanganan kasus COVID-19 di Kudus sudah mulai membuahkan hasil. Berdasarkan pantauan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, jumlah kasus di daerah itu terus mengalami penurunan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan, penurunan itu bisa dilihat dari kasus harian. "Dalam tiga hari ini sudah turun. Kemarin awal-awal itu sehari bisa 300 kasus bahkan lebih. Sekarang turun terus dan hari ini 200-an kasus," kata Ganjar saat meninjau vaksinasi di kantornya, Rabu, 9 Juni 2021.

Ia mengingatkan, meski mulai menurun, tapi semuanya tidak boleh lengah. Pemerintah Kabupaten Kudus harus terus meningkatkan tracing dan testing agar penanganan bisa optimal.

"Juga daerah sekitarnya yang merah, seperti Pati, Sragen, Demak dan lainnya, saya minta testing, tracing-nya jangan kendor, tidak boleh berhenti. Tidak masalah jika dari hasil tracing dan testing itu membuat temuan kasus menjadi lebih banyak. Hal itu justru semakin baik karena treatment bisa dilakukan lebih baik," ujar Ganjar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, evakuasi pasien COVID-19 di Kudus ke tempat-tempat isolasi terpusat milik Pemprov Jateng terus dilakukan. Hal itu untuk mengurangi tekanan di rumah sakit-rumah sakit rujukan.

"Sementara kami evakuasi ke Donohudan Boyolali dan BPSDM Srondol. Kalau di sana penuh, kami masih punya banyak tempat lain. Ada STIE Bank Jateng, hotel di Kopeng, Banyumas dan lainnya," ujarnya.

Untuk sementara, pihaknya masih berkonsentrasi di Donohudan dan BPSDM. Sebab, di dua lokasi itu, semuanya sudah siap, baik sarana prasarananya hingga tenaga kesehatan.

"Keterisiannya baru sekitar 50 persen. Sampai tadi siang kami masih evakuasi dari Kudus ke dua tempat itu," ujarnya.

Terkait kondisi pasien COVID-19 di Jateng, Yulianto mengatakan, mayoritas adalah orang tanpa gejala (OTG) sehingga tempat isolasi terpusat memang harus disiapkan. "95 persen itu OTG, yang dirawat itu hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan kasus COVID-19," katanya.

Laporan Teguh Joko Sutrisno (tvOne/ Semarang, Jateng)