Ganjar Sebut Toleransi dan Kerukunan yang Tinggi Mampu Cegah Bangsa Terpecah Belah

Merdeka.com - Merdeka.com - Perkumpulan pendeta gereja di Maluku berkesempatan melakukan studi banding ke Jateng menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Puri Gedeh, Kota Semarang. Ganjar menjelaskan, yang terpenting dari pertemuan dengan setiap tokoh agama adalah untuk bersama-sama berkomitmen merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah perubahan dunia yang begitu cepat.

Ganjar melanjutkan, setiap warga negara yang baik dan memiliki semangat toleransi serta kerukunan beragama yang tinggi pasti tidak ingin bangsanya terbelah hanya karena perbedaan. Ganjar menyampaikan, masyarakat beragama harus mampu menerima setiap perbedaan yang ada agar tidak ada konflik horizontal.

"Spirit yang luar biasa adalah bagaimana merawat NKRI, merawat nilai-nilai Pancasila dalam dinamika dunia yang luar biasa dalam perubahan dunia yang turbulens. Tapi tetap kita jaga nilai-nilai itu," ujar Ganjar, Senin (12/9).

Intinya, kata Ganjar, tidak ada keikhlasan dari mereka kalau negara ini pecah dan tak ada keikhlasan kalau terjadi konflik horizontal.

"Ini yang kemudian mereka serius belajar dan berkeliling ke banyak tempat," sambung Ganjar.

Sementara itu, Ketua Gereja Protestan Maluku, Elifas Tomix Maspaitella mengatakan, ia bersama rombongannya yang berjumlah sekitar 75 orang itu ingin belajar langsung ke Ganjar.

"Kami sebenarnya belajar dari model-model kepemimpinan seorang gubernur yang memimpin sebuah provinsi yang majemuk dan indek toleransinya sangat tinggi," ungkap Elifas.

Selain belajar ke Ganjar, para pendeta itu juga bertemu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Para pendeta ini juga akan belajar ke salah satu pondok pesantren di Salatiga ihwal kepemimpinan dan pendampingan umat beragama.

"Jadi kami merasa model yang seperti itu harus kami pahami setidaknya bagaimana merangkul yang berbeda pemahaman, dari gaya berpikir keagamaan yang mainstream dengan gaya berpikir yang lain supaya dia bisa terus direkatkan," ucap Elifas. [eko]