Ganjar Sidak Sekolah Tatap Muka, Malah Temukan Guru Tak Pakai Masker

Mohammad Arief Hidayat, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 140 sekolah dari jenjang SMP, SMA, MA, dan SMK di sejumlah kota/kabupaten di Jawa tengah serentak melaksakan uji coba pembelajaran secara tatap muka sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19 pada Senin, 5 April 2021.

Gubernur Ganjar Pranowo menginspeksi mendadak (sidak) sekolah secara tatap muka itu di SMA Negeri 4 Kota Semarang. Dia melihat protokol kesehatan telah diterapkan dengan baik kepada para siswa di sekolah itu.

Sayangnya, dia malah mendapati ketidakdisiplinan sejumlah guru dalam menerapkan protokol kesehatan, misalnya sejumlah guru berkerumun dan tidak menjaga jarak, ada pula yang mengenakan face shield tetapi tidak memakai masker.

Ganjar mengatakan, sarana dan prasarana serta penerapan protokol kesehatan kepada para siswa di sekolah itu sudah bagus. “Yang sulit adalah ketidakdisiplinan, dan biasanya justru dari guru-gurunya. Contoh paling kongkret, lihat ini gurunya berkerumun, tidak ada satu meter jaraknya.”

Dia mengingatkan, hal-hal semacam itu bagian dari ketidakdisiplinan yang tampak remeh tetapi sesungguhnya serius. “Sayangnya teman-teman (para guru) tidak ada yang aware dan tidak peduli," katanya.

"Konsep, ngomong, itu mudah. Yang sulit adalah implementasinya. Maka saya selalu tekankan hal itu pada semua untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan ketika praktik di lapangan," ujarnya.

Temuan lainnya saat Ganjar masuk ke ruang kelas di SMA Negeri 1 Ungaran Kabupaten Semarang, karena ada seorang guru yang memberikan ponselnya kepada siswa dan minta difotokan. Ganjar segera menegur si guru.

"Sepele, memang, tapi itu bahaya. Saya masuk kelas ada guru yang minta foto ke siswanya dan menyerahkan HP ke siswanya itu. Pada saat guru ngasih HP ke siswa, ini kan perpindahan yang tidak boleh. Yang begini-begini ini bagian yang tidak disadari," katanya.

Uji coba pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka itu, katanya, penting sebagai latihan dan proses adaptasi semua orang atas kebiasaan baru pada masa pandemi COVID-19.

Teguh Joko Sutrisno/Semarang