Ganjar Tempel Ketat Anies di Survei Capres Pilihan Anak Muda

Dedy Priatmojo, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan masuk peringkat atas dalam survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia sebagai pilihan anak-anak muda untuk bakal calon Presiden RI apabila digelar sekarang.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan saat ini lebih banyak anak muda yang belum memilih nama untuk menjadi Presiden jika pemilu diadakan sekarang. Namun, ada lima nama yang menjadi pilihan anak-anak milenial.

“Di antara nama-nama yang ada, pilihan lebih banyak pada Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, dan Prabowo Subianto,” kata Burhanuddin dikutip dari Youtube pada Minggu, 21 Maret 2021.

Menurut dia, ada 17 nama yang disodorkan dalam survei kepada generasi milenial terkait calon Presiden Republik Indonesia. Memang, tidak ada nama yang dominan meskipun dalam kisaran margin of error dengan Ganjar dan Ridwan Kamil.

“Tetapi diantara 17 nama yang paling tinggi secara absolut, itu Anies Baswedan di angka 15,2 persen; Ganjar Pranowo 13,7 persen dan Ridwan Kamil 10,2 persen,” ujarnya.

Sementara, Sandiaga Salahuddin Uno 9,8 persen; Prabowo Subianto 9,5 persen; Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,1 persen; Menteri BUMN Erick Thohir 1,5 persen; Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 1,2 persen; Ketua DPR Puan Maharani 1,1 persen; mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 0,8 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 0,7 persen; Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Kepala BIN Budi Gunawan 0,4 persen; Ketua MPR Bambang Soesatyo 0,4 persen; Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Polhukam Mahfud MD 0,2 persen; tidak jawab atau tidak tahu 30,5 persen.

“Secara umum, pemilih Pak Jokowi itu menyebar. Sementara Anies paling banyak mendapat dukungan diantara mereka yang mencoblos Pak Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Masing-masing punya kekuatan sesuai gender, usia, etnik,” jelas dia.

Survei dilakukan dengan cara kontak telepon kepada responden sebanyak 1.200 orang berusia 17 tahun sampai 21 tahun atau generasi muda. Cara ini dilakukan mengingat situasi masih pandemi COVID-19, sehingga sulit untuk tatap muka.

Sementara, metode yang digunakan simple random sampling dengan ukuran sampel 1.200 responden toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara profesional.