Ganjar Terapkan Strategi Baru Melawan Varian Delta, Apa Itu?

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hari ini mulai menggelar rapat marathon dengan Kepala Desa se Jawa Tengah. Rapat koordinasi bertajuk Rembug Desa tersebut untuk menyusun strategi baru melawan gempuran COVID-19 di Jateng khususnya varian Delta.

Ganjar mengungkapkan, Rembug Desa ini dilatarbelakangi pemikiran, bahwa desa dengan masyarakat dan aparaturnya adalah garda depan perlawanan pandemi sesungguhnya.

Apalagi, perlawanan dari kota, sudah tidak mampu lagi membendung serangan virus Delta. Dengan begitu, Ganjar mencoba strategi baru dengan memaksimalkan perlawanan gerilya dari desa, dari desa mengepung corona.

Rembug Desa digelar setiap hari secara daring dan bergiliran setiap kabupaten/kota. Pada hari ini 19 Juli 2021, lurah/kades se Banjarnegara menjadi yang pertama diajak Ganjar rapat terkait penanganan corona di daerahnya masing-masing.

Sebanyak 244 lurah/kades di Banjarnegara mengikuti rapat via aplikasi zoom sejak pukul 09.30 WIB.

Kades Bawang, Purwandaru mengatakan, pihaknya aktif menggelar operasi justisi gabungan bersama TNI/Polri, Forum Kesehatan, tokoh masyarakat sampai Ketua RT/RW.

"Kami menitikberatkan pada peningkatan kesadaran, persuasif menyadarkan jika ada yang teledor prokes," katanya.

Ia menambahkan, ada 22 orang yang positif corona di desanya, semua isolasi di rumah dan ditangani Jogo Tonggo.

"Selain bantuan dari tetangga, kami juga menganggarkan melalui dana desa. Setiap warga yang isolasi mandiri, kami beri bantuan Rp250.000. Kami juga punya call center yang bisa digunakan masyarakat untuk bertanya terkait penanganan corona," jelas Kades Bawang.

Sementara Kades Gripit Banjarnegara, Sugeng mengungkapkan, penanganan pandemi di desanya berjalan lancar. Selain mengoptimalkan Jogo Tonggo, di desanya ada Forum Kesehatan RT yang bekerja dalam penanganan ini.

"Ada 31 orang yang aktif dalam penanganan ini. Selain edukasi, kami setiap minggu ada kegiatan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik. Alhamdulillah sampai hari ini, hanya ada dua warga kami yang positif dan sudah sembuh. Kami juga terus sosialisasi prokes di pasar dengan pendekatan persuasif," jelasnya.

Ganjar mengatakan, rembug desa bersama kades-kades bisa memastikan kondisi yang terjadi.

"Mereka tahu dengan detail, tempat kami ada dua pak, kami ada tujuh pak. Jadi tahu persis. Sehingga kalau kita mau mendistribusikan pada mereka yang sakit apakah obat atau makanan, itu mereka bantu," kata Ganjar.

Memastikan bagaimana penggunaan dana desa untuk penanganan corona, lanjutnya, bisa dari rembugan desa itu, dan terbukti, lurah/kades sudah menggunakan 8 persen dana desa untuk corona.

"Dana desa sudah dipakai dari dulu, sudah lancar penggunaanya. Selain itu, Jogo Tonggo juga ternyata berjalan. Mendengar itu, saya optimis bisa menjalankan itu karena lurah/kades relatif bisa menangani," ungkapnya.

Ia menambahkan, perangkat di tingkat desa punya pengalaman yang mungkin selama ini tidak diketahui namun bisa menjadi contoh.

"Kades-Kades ini perlu kita ajak bicara karena mereka memiliki pengalaman yang mungkin kita tidak tahu. Mereka kan ada di lapangan, jadi tahu persis. Jadi akan kita gulirkan terus, sehingga kita tahu apa yang terjadi di Jawa Tengah," jelas Ganjar.

Laporan kontributor tvOne: Teguh Joko Sutrisno/Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel