Ganjar: Tidak Apa Kalau Mas Fajar Menolak, Mungkin Saya yang Salah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Pada masa kampanye Pemilihan Presiden 2019, demi membela Jokowi-Ma'ruf, sejumlah kader PDIP Temanggung dipukuli anggota ormas dari kubu lawan. Salah satunya Fajar Nugroho, yang kini viral karena mengembalikan bantuan Ganjar Pranowo.

Tak berselang lama, Fajar dan kawan-kawan mendatangi Ganjar Pranowo di rumah dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh, Semarang.

Rupanya peristiwa tiga tahun silam itu masih diingat betul oleh Ganjar. Itulah mengapa, menjelang hari ulang tahun PDIP, Ganjar mencari informasi bagaimana kehidupan Fajar Cs sekarang.

"Saya mengenal Mas Fajar itu Jokower. Jadi dulu Mas Fajar ini pernah datang ke rumah saya bersama delapan orang temannya. Dan saat itu, demi menjaga suksesnya Jokowi-Ma'ruf, Fajar dan kawan-kawannya itu rela dipukuli," kata Ganjar, menjawab pertanyaan wartawan tentang bantuan pada Fajar, di sela-sela pemberian bantuan pada kader PDIP di Desa Pakis Magelang, Jumat (14/1/2022) petang.

Dari informasi yang didapat Ganjar, beberapa dari mereka hidupnya kurang berkecukupan. Termasuk Fajar sendiri yang bekerja di pabrik emping jagung. Rumahnya kecil berdinding kayu yang sudah rusak di sana sini. Meski berulang kali diajukan pembangunan ke pemerintah namun selalu ditolak karena tanahnya milik kas desa.

Sehari berselang setelah mendapat informasi itu, Ganjar langsung mengunjungi Fajar. "Kebetulan hari Minggu itu ada kunjungan ke Magelang, jadi bisa lah mampir sebentar ke Temanggung," kata Ganjar.

Fajar rupanya sudah mengetahui rencana kedatangan gubernur. Fajar bahkan menyambut Ganjar di depan jalan menuju rumahnya. Di rumah sudah menunggu isteri Fajar dan dua anaknya.

Ketika Ganjar menyampaikan akan membantu rehab rumahnya, Fajar pun menyambut gembira. Begitu pun ketika diminta menghadap pihak kelurahan untuk meminta izin pembangunan sebab tanahnya milik kas desa, Fajar langsung menyanggupinya.

Karena itulah Ganjar tak menyangka, tiga hari setelah kedatangannya itu Fajar tiba-tiba menyatakan menolak bantuan.

"Maka saya datang ke rumah Mas Fajar untuk membantu. Saat itu ya baik-baik saja dan diterima dengan baik. Tapi ternyata kemudian Beliau ndak berkenan. Ya kalau Mas Fajar menolak tidak apa, mungkin saya yang salah," kata Ganjar.

Kejadian penolakan ini menurut Ganjar baru terjadi sekali ini. Sebab kebiasaan membantu sesama kader sudah dilakukannya sejak lama, saat ia masih menjadi anggota DPR RI.

"Sebenarnya sejak dulu, di dapil tujuh kita sudah jalan. Waktu bulan Bung Karno kita buat, di Grobogan kita buat," ucapnya.

Maka penolakan Fajar pun tidak membuatnya berhenti memberi bantuan. Seperti hari ini Ganjar kembali berkunjung ke rumah kader PDIP dan memberikan bantuan rehab rumah. Yakni kepada Suryono, Wakil Ketua PAC Banyubiru Kabupaten Semarang. Juga pada Edi Mawardi, kader PDIP Kecamatan Pakis, Magelang.

Partai Jangan Dipecah Belah

Di samping itu, tugasnya sebagai gubernur memang untuk membantu dan mensejahterakan rakyat. Di awal 2022 ini misalnya, Ganjar sedang gencar melaksanakan program pengentasan kemiskinan ekstrem di Jateng.

"Kemarin saya ke Kebumen, Banyumas melihat kemiskinan ekstrem. Ya wong semua mesti kita bantu. Pada ulang tahun partai, ya saya lihat kader kita siapa ya yang harus kita bantu. Mungkin saya tidak bisa bantu semua, karena ini sifatnya pribadi saja, tandha tresna sesama kader," katanya.

Ke depan Ganjar mengaku akan terus membantu kader. "Kalau kemudian tidak berkenan ya nggak papa. Buat saya nggak ada soal singgung menyinggung. Yang penting, jangan sampai partai ditunggangi dan dipecah belah," tegasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel