Ganjil genap belum digelar di GT Palimanan

·Bacaan 2 menit

Corporate Communication Gerbang Tol (GT) Palimanan Theresia Dyah mengatakan simulasi ganjil genap belum digelar di GT Palimanan pada Selasa (25/4) pukul 22.13 WIB.

“Untuk di kawasan Tol Cipali belum ada penerapan ganjil genap (gage),” kata Theresia saat dihubungi ANTARA di Cirebon, Jawa Barat, Selasa.

Berdasarkan pemantauan ANTARA di lapangan, jumlah kendaraan nampak semakin bertambah. Terutama oleh kendaraan pribadi dengan plat nomor B (Jakarta).

Jalanan masih lancar meskipun mulai ramai dari hari sebelumnya. Cuaca di lapangan juga cukup cerah meski udara terasa sedikit kering.

Baca juga: Sebanyak 73.804 kendaraan masuk Kota Surabaya pada H-7 Lebaran

Baca juga: 34 ruas jalan di wilayah Jawa Barat siap dilalui pemudik

Menurut Theresia, belum diberlakukannya simulasi ganjil genap tergantung pada manajemen lalu lintas selama Lebaran yang disiapkan oleh Polri. Oleh sebab itu, simulasi belum diterapkan.

“Manajemen lalu lintas selama Lebaran ada diskresi dari pihak kepolisian. Sebagai pengelola tol, kami siap dukung dan mengikuti arahan. Namun, untuk alasannya, kami tidak tahu karena ada di kepolisian,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Bagian Ops Korlantas Polri Kombes Eddy Djunaedi menyatakan simulasi ganjil genap akan diberlakukan mulai dari ruas jalan tol Cikampek Utama mulai dari Senin (25/4) hingga Rabu (27/4).

Salah satu simulasi uji genap rencananya akan dilaksanakan pada Selasa (26/4) yang diberlakukan di KM 47 Tol Cikampek Utama sampai GT Palimanan KM 188 mulai pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.

Kemudian pada Rabu (27/4) kegiatan akan dimulai pada pukul 10.00 hingga 17.00 WIB di KM 47 Tol Cikampek Utama sampai Gerbang Tol Kalikangkung KM 144.

Eddy menambahkan akan terus memantau jumlah kendaraan berat yang lewat baik di jalan tol maupun jalan arteri. Bila besok jumlah kendaraan semakin bertambah, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan pengalihan, termasuk memberlakukan diskresi sistem contra flow hingga one way (satu arah).

“Nanti akan kita evaluasi kembali. Misalkan pada hari Selasa atau Rabu, apalagi saat hari H tanggal 28, bisa berjalan dengan lebih baik dan lebih aman juga sesuai dengan harapan kita ke depannya,” ujar Eddy.*

Baca juga: Dinkes Jawa Barat ingatkan pemudik "pergi sehat, pulang sehat"

Baca juga: BPBD imbau pemudik waspada melewati daerah rawan bencana Jabar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel