Gara-gara Aksi Ala Jokowi, Tentara Penjaga Nyawa Erdogan Kalang Kabut

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ada peristiwa tak lazim terjadi pada diri Recep Tayyip Erdogan. Presiden Turki itu membuat pasukan militer yang mengawalnya menjadi kalang kabut.

Dari informasi yang dihimpun VIVA Militer, Selasa 15 Juni 2021, peristiwa itu terjadi beberapa hari lalu ketika Erdogan melakukan kunjungan ke Kota Zonguldak.

Jadi ceritanya begini, saat itu rombongan kendaraan Presiden Erdogan sedang berkonvoi menuju Kota Zonguldak. Di tengah perjalanan tiba-tiba seorang gadis kecil berteriak-teriak menyapanya. 'Tayyip dede (Kakek Tayyip),'kata anak itu.

Mendengar teriakan itu, Presiden Erdogan mendadak meminta pengawal untuk menghentikan laju kendaraannya. Dan Erdogan langsung membuka jendela mobilnya.

Seketika itu juga suasana menjadi berubah total, konvoi terhenti mendadak dan prajurit militer Turki yang tergabung dalam Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terlibat kalang kabut.

Ada yang berlarian menuju mobil Presiden Erdogan untuk memasang perisai hidup mengelilingi mobil kepresidenan. Ada juga yang datang tergopoh-gopoh dengan membawa bingkisan dan memberikannya kepada gadis kecil tersebut.

Presiden Erdogan memanggil anak itu beserta adik dan kedua orangtuanya. Mereka terlihat berbincang singkat dengan pengawalan ketat dari pasukan penjaga nyawa.

Setelah itu si anak dan keluarganya diminta mundur menjauhi mobil presiden. Dan konvoi Presiden Erdogan kembali melanjutkan perjalanannya.

Apa yang dilakukan Presiden Erdogan itu mirip dengan apa yang sering dilakukan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Bahkan sudah tak terhitung berapa kali sudah Jokowi melakukan aksi itu di setiap kunjungan kerjanya ke berbagai daerah di Indonesia.

Jokowi memang berbeda dari Presiden RI pendahulunya, dan prajurit TNI yang mengawalnya pun mendapatkan tantangan yang ekstra untuk menjaga sang presiden.

Baca: TNI Berduka, Sersan Mayor Alianus Lase Meninggal Dunia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel