Gara-gara Baut, Puluhan Mobil Aston Martin Harus Masuk Bengkel

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seperti kendaraan jenis lainnya, mobil sport juga berpotensi mengalami kesalahan dalam proses produksi. Akibatnya, harus dilakukan penarikan kembali untuk perbaikan atau biasa dikenal masyarakat awam sebagai recall. Ini seperti yang terjadi pada jajaran produk Aston Martin.

Merek mobil sport yang kerap muncul di dalam film James Bond itu, diketahui mengalami masalah pada baut pengencang untuk airbag di kursi depan.

Masalah tersebut bermula dari laporan salah seorang pemilik Aston Martin, pada Maret 2020. Dia menceritakan kepada pihak diler resmi, sensor peringatan kantung udara yang ada di panel instrumen mobilnya terus menyala.

Diler kemudian bergerak cepat memeriksa mobil mewah merek Eropa tersebut. Hasilnya, ditemukan bahwa ada baut pengencang pada certain airbag (sisi kursi pengemudi dan penumpang depan) tidak diputar sesuai torsi (ukuran kekuatan) yang tepat.

Selain membuat sensornya terus menyala, pada kondisi terparah bisa menyebabkan suara berisik dari bagian kursi, terutama saat mobil sport tersebut melaju dalam kecepatan tinggi.

Melansir dari Carscoops, Selasa 3 November 2020, dari laporan tersebut akhirnya Aston Martin memutuskan untuk melakukan recall untuk produk-produknya yang sudah berada di tangan konsumen, guna menjalani pemeriksaan.

Total ada 21 unit mobil mewah Aston Martin yang terdampak pada kampanye perbaikan tersebut. Model-modelnya antara lain, DB11 lansiran 2017, DB11 V8 Volante dan DBS Superleggera buatan 2019, serta Vantage dan DBS Superleggera Volante produksi tahun 2019 sampai 2020.

Recall yang dilakukan melalui diler resmi tersebut, berupa mengamankan pengencang ke nilai torsi (kekuatan) yang benar oleh para teknisi bersertifikat. Semua biaya pengerjaan tak akan dibebankan untuk para konsumen, alias gratis.

Baca juga: Mobil LCGC Ini Disebut Warganet Susah Dicari Debt Collector.