Gara-gara Bintang, Google Kena Sanksi

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Raksasa teknologi Google setuju membayar denda 1,1 juta euro atau Rp18,5 miliar, karena telah memberikan peringkat bintang yang menyesatkan untuk hotel-hotel di Prancis.

Mereka telah menerapkan sistem penilaiannya sendiri dengan menggunakan algoritma untuk hotel yang diterapkan melalui mesin pencari serta Google Maps. Namun, pada 2019, menyusul sejumlah keluhan dari para pelaku bisnis perhotelan, French National Competition and Consumer Watchdog (DGCCRF), dan mulai penyelidikan terhadap sistem Google.

Baca: Ada Fitur Dark Mode di Google Search

Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa Google telah mengganti sistem klasifikasi standard Dewan Pariwisata Publik (Atout France) dengan sistem peringkat bintang versinya sendiri dan telah diterapkan pada lebih dari 7.500 perusahaan.

Mengutip TechCrunch, Selasa, 16 Februari 2021, konsep Google tentang hotel 'bintang lima' tidak sama dengan versi Atout France. Lembaga Pengawas Konsumen Prancis juga menemukan bahwa presentasi Google untuk mengklasifikasikan hotel berbintang satu hingga lima membingungkan konsumen.

“Praktik ini sangat merugikan konsumen serta menyesatkan tentang tingkat layanan yang dapat mereka harapkan saat memesan akomodasi. Hal ini juga mengakibatkan prasangka bagi pelaku bisnis perhotelan yang mendapat peringkat lebih rendah daripada peringkat resmi Atout Prancis,” demikian keterangan resmi Lembaga Pengawas Konsumen Prancis.

Selain setuju untuk membayar denda, Google juga telah mengubah peringkat bintang hotel di Prancis. Jadi, wisatawan di negara Menara Eiffel itu tidak akan merasa tertipu dengan hotel bintang lima yang mereka lihat di Google Maps, karena memiliki standard resmi.

Seorang juru bicara Google mengonfirmasi bahwa mereka telah menyelesaikannya dengan DGCCRF, yaitu membuat perubahan yang diperlukan dengan hanya menampilkan peringkat bintang Prancis yang resmi untuk hotel di Google Maps dan mesin pencarian.