Gara-Gara Diunggah Ulang Elon Musk di Twitter, Meme Ini Terjual Rp 280 Juta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Unggahan dari CEO Tesla Elon Musk di media sosial selalu mendapatkan perhatian dari pengikutnya. Musk dikenal menyukai meme dan sering mengunggahnya kembali di akun Twitter miliknya.

Beberapa orang tidak menyukai kebiasaan Musk yang sering mengabaikan pencantuman kredit kepada pembuat meme asli. Namun, berbeda dengan seorang penggiat meme (hobby artist) Eva Beylin yang justru diuntungkan dari kebiasaan Musk itu.

Melansir dari CNBC, Senin (25/10/2021), Beylin sangat senang karena Musk mengunggah kembali meme yang dibuatnya pada Rabu lalu.

"Hadiah utama memeologi adalah penguasa meme utama menggunakan meme Anda," kata Beylin.

Meskipun Musk tidak memberinya atribusi apa pun, Beylin senang karena ia merupakan penggemar berat Musk.

Meme milik Beylin bernama Love in The Time of Web3 menggambarkan pasangan kartun yang mengagumi harga Bitcoin sebesar USD 69 ribu (Rp 977 juta) dan Eter senilai USD 4.200 (Rp 59,5 juta). Namun, nyatanya, Bitcoin belum menyentuh harga tersebut.

Beylin merupakan Direktur The Graph Foundation yang mendukung protokol data blockchain The Graph. Ia sangat menyukai Web3, iterasi terdesentralisasi dari internet yang mendukung aplikasi berbasis blockchain seperti NFT.

Setelah diunggah oleh Musk, meme tersebut mendapatkan banyak perhatian. Beylin mendaftarkannya sebagai NFT atau token yang tidak dapat dipertukarkan.

Dua hari kemudian, NFT itu dijual seharga lima Ether atau sekitar USD 19.800 (Rp 280 juta) kepada pembeli anonim.

Pemberian Kompensasi

Meme Love in The Time of Web3 yang diunggah Elon Musk di Twitter terjual dengan harga Rp 280 juta (Foto: Twitter Elon Musk)
Meme Love in The Time of Web3 yang diunggah Elon Musk di Twitter terjual dengan harga Rp 280 juta (Foto: Twitter Elon Musk)

Walaupun ide pembuatan meme berasal dari Beylin, ia tidak mendesain gambar pasangan kartun atau mengedit harga Bitcoin dan Ether.

Inspirasinya muncul setelah melihat pengguna Twitter lain mengedit harga mata uang kripto (cryptocurrency) dan mengunggahnya sebagai lelucon.

Oleh karena itu, Beylin memberikan kompensasi sebesar 20 persen dari hasil penjualan NFT kepada pengguna Twitter yang dikenal sebagai @shegenerates. Sementara itu, @shegenerates sebenarnya tidak mempermasalahkan tindakan Beylin yang menggunakan hasil editannya.

Beylin tidak mengetahui siapa sosok pembuat gambar yang menciptakan pasangan kartun tersebut. Hukum NFT yang masih belum jelas membuat Beylin tidak mengetahui apakah penggunaan gambar melanggar undang-undang hak cipta atau tidak.

Rencananya, Beylin akan berinvestasi kembali pada seniman lain dengan membeli NFT mereka.

"Sebagai hobby artist, saya tidak akan pernah bisa berinvestasi kembali dalam seni atau seni saya dibayar tanpa NFT. Jadi, barang saya selalu diinvestasikan kembali ke NFT," ujar Beylin.

Pembeli Love in The Time of Web3 telah mendaftarkan kembali meme itu senilai 69,42 Ether atau sekitar USD 275 ribu (Rp 3,8 miliar). Diketahui sudah ada seorang penawar yang ingin membeli meme sebesar 6,94 Ether atau sekitar USD 27.500 (Rp 389,3 juta).

Apabila dijual kembali, Beylin akan mendapatkan royalti sebesar 15 persen.

Reporter: Shania

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel