Gara-gara Donald Trump, Perusahaan Teknologi AS Teriak ke Joe Biden

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kelompok Industri Semikonduktor (Semiconductor Equipment and Material International/SEMI) mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk melakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan kontrol ketat ekspor yang diterapkan pada masa pemerintahan Donald Trump.

Mereka meminta Departemen Perdagangan untuk bekerja sama dengan sekutu, terutama China. Sebelumnya, seluruh perusahaan teknologi AS dibatasi penjualan semikonduktor ke perusahaan asal negeri Tirai Bambu dengan alasan keamanan nasional.

Baca: Batu Berbentuk Berlian Temani Joe Biden Kerja di Gedung Putih

SEMI juga mengatakan bahwa aturan sepihak mantan Presiden Donald Trump sangat tidak efektif dari waktu ke waktu. Mereka mengaku mengalami kerugian dan telah membuat eksportir dari negeri Paman Sam rentan terhadap pembalasan.

Dalam sepucuk surat yang ditujukan kepada Menteri Perdagangan Gina Raimondo, Presiden SEMI Ajit Manocha mengatakan jika pemerintahan Joe Biden harus berkoordinasi dengan sekutu supaya bisa bersaing di pasar global.

"Kontrol multilateralisme menciptakan lapangan permainan yang setara, memaksimalkan efektivitas, dan meminimalkan bahaya terhadap keamanan nasional dan daya saing ekonomi AS," kata Manocha, seperti dikutip dari situs Money US News, Selasa, 26 Januari 2021.

Ia juga mencatat semakin banyak pesaing asing yang memasarkan barang sebagai 'barang yang bebas dari kendali ekspor AS'. Surat itu mengkritik pemerintahan Trump yang menerapkan aturan dengan sedikit masukan publik.

Peraturan juga tidak memiliki kebijakan yang jelas dan prosesnya yang sangat tidak biasa sehingga mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Mereka mendesak Departemen Perdagangan untuk segera memperbaiki aturan.

Contoh perusahaan yang terpengaruh adalah Huawei, yang diketahui sebagai raksasa teknologi asal China. Tak hanya itu, Manocha juga meminta Presiden Joe Biden untuk segera mengurangi backlog aplikasi lisensi.

Kemudian, soal pembatasan penjualan ke lebih dari 100 entitas yang dikaitkan dengan militer China, di mana pemberlakuannya diterapkan tanpa meinta masukan dari SEMI terlebih dahulu. Departemen Perdagangan AS belum berkomentar atas permintaan industri tersebut.