Gara-Gara Drum, Seorang Warga Palembang Tewas di Sungai

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang nelayan berinisial KR (40), hanyut dan tenggelam saat mengejar drum di Sungai Musi Palembang. Korban ditemukan tewas mengapung sehari kemudian.

Korban bersama dua rekannya mencari ikan di Sungai Musi tidak jauh dari rumahnya di kawasan kampung nelayan Tangga Takat, Plaju, Palembang, Senin (29/8) dini hari. Dia berenang ke tengah sungai untuk mengambil drum miliknya yang hanyut.

Tiba-tiba korban terbawa arus sungai deras lalu tenggelam. Pada hari pertama pencarian, tim SAR gabungan tidak menemukan korban.

Di hari kedua, jasad korban ditemukan beberapa kilometer dari tempat hanyut, tepatnya di Dermaga Fery Gang Civo, Bagus Kuning, Seberang Ulu II, Palembang, Selasa (30/8).

Kasat Polair Polrestabes Palembang Kompol Dedi Ardiansyah mengungkapkan, mayat korban dievakuasi ke kamar mayat untuk keperluan visum. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.

"Korban sudah ditemukan sudah meninggal dunia, mayatnya mengapung di pinggiran dermaga," ungkap Dedi.

Atas permintaan keluarga, penyelidikan atas kematian korban dihentikan karena menganggap sebuah musibah. Dia mengimbau masyarakat lebih waspada beraktivitas di Sungai Musi karena arus sedang tinggi dan deras.

"Diimbau untuk hati-hati, siapa pun itu, terlebih bagi anak-anak yang rentan tenggelam di sungai dan membahayakan jiwanya," imbaunya. [cob]