Gara-gara Eyang Subur, Adi Bing Slamet Dimusuhi  

TEMPO.CO, Jakarta -- Ditemani sesama korban Eyang Subur, Adi Bing Slamet menggelar konferensi pers di kawasan Ragunan, Jakarta, Senin, 25 Maret 2013. Adi yang telah menjadi pengikut Eyang Subur sejak tahun 1998 ini membuka semua fakta ajaran sesat yang dilakukan Eyang Subur.

Akibat keputusannya membuka aib Eyang Subur, Adi justru "diserang" oleh teman sesama artis, yang juga mengenal Eyang Subur. "Saya jadi musuhan sama Mas Unang, Tessy, Pakde Nurbuat, dan lain-lain. Hasut ini," kata Adi Bing Slamet saat konferensi pers di kawasan Ragunan, Jakarta, Senin, 25 Maret 2013. (Baca juga: Adi Bing Slamet 'Diserbu' Pengikut Eyang Subur)

Namun, Adi tak gentar untuk membuka kebenaran. Ia justru bersyukur telah disadarkan dari kekhillafannya. "Allah masih sayang sama saya dan keluarga saya," ucapnya seraya menyerukan Allahu Akbar dan diikuti oleh orang-orang yang hadir di tempat tersebut. (Lihat Foto-foto Adi Bing Slamet)

Laki-laki bernama Subur tersebut, menurut Adi dan korban lainnya, selalu memaksakan perintahnya. Semua yang dimintanya harus dilakukan. Jika tidak, mereka akan disumpahi dengan kata-kata kasar. "Disumpah-sumpahi kalau melanggar perintahnya, dia selalu mengatasnamakan gaib," kata pria bernama asli Ferdinand Syah Albar ini.

"Gaib mana yang mengajarkan mabuk-mabukkan, berjudi?" kata Adi dengan penuh emosi. Pria kelahiran tahun 1967 ini mengatakan, Eyang Subur secara tidak langsung mengajak dia dan pengikut-pengikutnya menjauh dari ajaran agama. Hal ini yang membuatnya kukuh untuk mengajak pengikut Eyang Subur tersadar dan kembali ke ajaran agama.

NANDA HADIYANTI

Topik Terhangat: Kudeta || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Baca juga:

Mendengarkan Lantunan Musik Klasik ala Palestina

Vino Bastian Belajar Jadi Ayah di Film

Sastra Purnama, Penyair Baca Puisi Linus Suryadi

Pure Saturday Ramaikan ARTE Arts Festival

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.