Gara-Gara Hoaks, Seluruh Warga Kota Ini Harus Dievakuasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Senin (2/11/2020) pukul 09.00 waktu setempat, sebuah kota bernama Derry, Londonderry, Irlandia Utara mati suri selama satu hari. Seluruh warga di kota itu harus dievakuasi karena sebuah hoaks.

Pada pukul 09.00 pagi, polisi mendapat telepon darurat dengan laporan ada paket mencurigakan yang ditemukan di dekat gerbang sekolah yang berada di wilayah Derry. Mendapat laporan, polisi langsung mengevakuasi semua warga yang berada di sekitar paket mencurigakan itu.

Selama penyelidikan dilakukan oleh polisi, warga kota Derry harus dievakuasi Kompleks Olahraga Templemore. Polisi juga mengerahkan anjing pelacak dan beberapa mobil polisi ditempatkan di beberapa titik kota terbesar kedua di Irlandia Utara itu.

Polisi yang melakukan penyisiran selama beberapa jam tidak menemukan hasil yang pasti. Pada Senin sore, polisi menyebut laporan paket mencurigakan itu sebagai hoaks.

"Peringatan keamanan di Derry atau Londonderry sudah berakhir. Perangkat mencurigakan yang ditemukan di kawasan Jalan Buncrana sudah diperiksa dan dinyatakan sebagai hoaks yang rumit."

"Warga yang sudah meninggalkan rumah untuk dievakuasi sudah diizinkan untuk kembali. Polisi berterima kasih kepada masyarakat setempat atas kesabaran mereka. Ini hoaks," kata pihak Kepolisian Irlandia Utara, dikutip dari Independent.

Polisi mengatakan, kasus hoaks ini sangat menganggu. Sebab, polisi harus mengevakuasi semua warga demi menjamin keselamatan.

"Sejumlah jalan dan pusat medis lokal ditutup, karena petugas melakukan penyelidikan dan bekerja untuk membuat tempat kejadian aman," ujar juru bicara kepolisian Irlandia Utara soal hoaks itu.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Bikin Takut Siswa

Kepala Sekolah Derry, Finbarr Madden mengatakan, paket mencurigakan itu ditemukan di gerbang masuk sekolah pukul 9 pagi. Itu merupakan hari pertama guru dan para murid melakukan aktivitas di sekolah setelah istirahat tengah semester.

"Ini merupakan pengalaman yang sangat menakutkan bagi semua orang," katanya.

Setelah menemukan paket mencurigakan, pihak sekolah, kata Madden, langsung memberitahu orang tua untuk menjemput anak mereka di titik yang sudah ditentukan.

Kejadian hoaks ini sudah didengar Menteri Pendidikan Irlandia Utara, Peter Weir. Dia sangat terganggu dengan kasus hoaks ini.

"Ini merupakan hari pertama kembali ke sekolah, tapi ada gangguan yang menganggu pendidikan anak-anak. Sangat mengkhawatirkan dan saya terganggu mendengar evakuasi ini," ujarnya.

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: