Gara-gara Kritik Ini, Pangeran Harry Diminta Pindah ke Zimbabwe

·Bacaan 2 menit

VIVA – Usai mengumumkan mundur dari Kerajaan Inggris, Pangeran Harry bersama Meghan Markle memutuskan pindah ke Amerika Serikat, di mana dia tinggal di Los Angeles bersama putra pertamanya Archie.

Kepindahan Harry diketahui karena ia dan istrinya ingin menjauhi sorot kamera. Tapi, keputusan menghindari media dan sorot publik di Amerika justru mendapat kritik tajam dari seorang profesor Australia.

Joe Siracusa, seorang profesor di Curtin University di Perth, Australia, mengatakan bahwa Pangeran Harry harus belajar tentang bagaimana Amandemen Pertama AS bekerja di negara tersebut.

Hal itu dikemukakan usai Harry mengkritik Amandemen yang mengatur tentang kebebasan beragama, berekspresi, berkumpul dengan damai, atau hak menyampaikan petisi kepada pemerintah. Harry menyebut amandemen yang melindungi kebebasan berbicara itu sebagai hal yang 'gila'.

Pernyataan Harry itu memicu banyak kritik dan diklaim bisa mengancam popularitasnya di Amerika. Profesor Siracusa mengatakan, Duke of Sussex itu hidupnya selalu di bawah miskroskop, jadi dia pindah ke Amerika dengan Meghan Markle, di mana di sana ada kebebasan berekspresi.

"Jika Harry tidak memahami kalau dia berada dalam bidikan kamera paparazzi, yaitu media Amerika, maka dia harusnya pergi lebih jauh lagi ke suatu tempat dan pindah ke Zimbabwe atau suatu desa Asia atau mungkin desa memancing di China. Karena dia akan menjadi berita sekarang," ujarnya kepada Sky News Australia dikutip laman Daily Star.

Profesor itu menyebut Harry sebagai pria yang menarik, meski dia merasa sebenarnya tidak ada sama sekali yang bisa diucapkan.

Pernyataan Harry yang menyinggung Amandemen Pertama itu muncul saat ia menjadi berbincang dengan aktor Dax Shepherd dalam podcast Armchair Expert.

"Aku punya banyak hal yang mau aku katakan mengenai Amandemen Pertama karena aku sedikit memahaminya, tapi itu gila. Aku tidak mau mulai menuruni rute Amandemen Pertama karena itu subyek yang besar dan satu hal yang aku tidak mengerti karena aku di sini baru sebentar, tapi kau bisa menemukan celah pada apapun," ujarnya.