Gara-gara Liga Super Eropa, Presiden UEFA Bete dengan Andrea Agnelli

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, merasa kesal dengan Andrea Agnelli gara-gara European Super League atau Liga Super Eropa. Padahal, Ceferin memiliki pertemanan yang sangat erat dengan presiden Juventus tersebut.

Liga Super Eropa menarik perhatian publik, karena dianggap bakal merusak tatanan sepak bola dunia. UEFA dan FIFA pun menjadi dua pihak yang paling mengecam diselenggarakannya kompetisi tersebut.

Kedua induk organisasi sepak bola tersebut menebar ancaman kepada setiap pihak yang terlibat. Klub bakal dilarang ambil bagian dalam kompetisi domestik, sedangkan pemain tidak diperbolehkan ikut dalam ajang internasional bersama negara masing-masing.

Kendati demikian, 12 klub elite dari Italia, Inggris, dan Spanyol yang telah menyatakan sepakat ikut ambil bagian dalam Liga Super Eropa terus maju. Mereka bertekad akan tetap menggelar kompetisi meski mendapatkan kecaman dari sana-sini.

Hubungan antara Ceferin dengan Agnelli menjadi yang paling disoroti dalam polemik tersebut. Seperti yang diketahui, kedua sosok penting di dunia sepak bola Eropa itu memiliki hubungan yang sangat erat beberapa tahun lalu.

Saking dekatnya, Ceferin diberikan kesempatan menjadi ayah baptis dari anak Agnelli yang masih berusia enam bulan pada 2019 lalu. Pria asal Slovenia itu juga sempat diajak Agnelli mengendarai kendaraan yang belum pernah ditumpangi sebelumnya, yakni Ferrari.

Sayangnya, Liga Super Eropa menghancurkan hubungan di antara keduanya. Dalam rapat komite eksekutif UEFA yang digelar pada Senin (19/4/2021) waktu setempat, dia mengungkapkan perasaan kecewanya terhadap Agnelli.

"Dia adalah kekecewaan yang paling terbesar di antara semuanya. Saya tidak ingin ini menjadi terlalu personal. Tetapi faktanya adalah saya belum pernah melihat seseorang berbohong berkali-kali, terus menerus," katanya dikutip dari Football Italia.

Terus-terusan Berbohong

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengangkat piala Liga Champion saat pengundian babak Semi Final Liga Champions di Nyon, Swiss, (21/4). Real Madrid melawan Atletico Madrid dan AS Monaco melawan Juventus. (Jean-Christophe Bott / Keystone via AP)
Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengangkat piala Liga Champion saat pengundian babak Semi Final Liga Champions di Nyon, Swiss, (21/4). Real Madrid melawan Atletico Madrid dan AS Monaco melawan Juventus. (Jean-Christophe Bott / Keystone via AP)

Andrea Agnelli dinilai telah merusak hubungan pertemanan itu dengan menyertakan Juventus mengikuti ajang Liga Super Eropa bersama 11 klub 'pendiri' lainnya. Di antaranya Barcelona, Real Madrid, Manchester United, AC Milan, hingga Arsenal.

"Yang dia lakukan itu sukar dipercaya. Saya berbicara dengannya pada Sabtu sore. Dia berkata, 'ini hanya rumor. Jangan khawatir, tidak ada yang akan terjadi'. Dan kemudian dia berkata, 'saya akan menghubungi Anda satu jam lagi'," lanjut Ceferin.

"Dan kemudian, dia mematikan telepon. Hari berikutnya, kami mendapatkan pengumuman itu. Saya telah melihat banyak hal dalam hidup, tetapi tidak dengan situasi seperti itu. Sudah jelas, keserakahan sangat kuat sehingga semua nilai kemanusiaan menguap begitu saja," pungkasnya.

Indikasi keretakan hubungan antara keduanya sebenarnya sudah bisa tericum sejak beberapa bulan lalu, tepatnya ketika Agnelli menghadiri rapat European Club Association beberapa waktu lalu.

"Saya ingin berterima kasih kepada presiden Ceferin atas argumen dan hampir perkelahian yang kami lakukan dari Oktober sampai Desember," katanya.

Sumber: Football Italia

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, Published: 20/4/2021)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: