Gara-gara Main Korek Api, Balita di Pekanbaru Meninggal Dunia

Fikri Halim, Bambang Irawan (Pekanbaru)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang bocah laki-laki berusia 3,5 tahun di Pekanbaru, Riau berakhir dengan tragis. Tubuh mungil balita itu ditemukan sudah tidak bernyawa sesaat setelah bangunan rumah milik orang tuanya terbakar, Senin, 8 Maret 2021.

Kebakaran berlangsung begitu cepat sekitar pukul 10.15 WIB, menghanguskan sebagian besar bangunan. Diduga, kebakaran terjadi akibat sang bocah bermain korek api dalam kamar tidur. Dugaan itu dikuatkan dengan adanya kesaksian saudara korban yang sempat menyaksikan korban bermain sebelum kebakaran terjadi.

"Diduga korban sempat bermain korek api dalam kamar. Hal itu diketahui dari kesaksian saudara korban," kata Kapolsek Rumbai Pesisir Komisaris Polisi Maitertika kepada VIVA.

Baca juga: Adaro: Harga Batu Bara Masih Lebih Murah Dibanding Gas pada 2030

Peristiwa kebakaran rumah yang merenggut jiwa itu mengusik perhatian masyarakat sekitar. Banyak yang tidak menduga peristiwa itu terjadi. Sebab, sejak pagi harinya saudara korban dan ibu kandungnya masih berada di rumah.

"Ibunya sedang tidur di ruang tamu dan abangnya berada di dapur," tegas Kapolsek.

Peristiwa itu pertama kalinya diketahui oleh saudara korban yang melihat kepulan asap tebal disertai api dari arah kamar tidur.

Saksi memberitahukan ibunya yang tidur di ruang tamu. Sementara korban sudah tidak terlihat. Sebab korban sempat bersembunyi dekat lemari kamar. Sejumlah warga sempat mendengar suara teriakan dan berupaya memberikan pertolongan dengan merusak dinding kamar tidur.

Malangnya, nyawa korban tidak tertolong karena terlalu lama berada dalam ruangan kamar yang terbakar.

Pihak kepolisian setempat sempat melakukan koordinasi dengan keluarga duka untuk membawa korban ke RS Bhayangkara, Pekanbaru guna kepentingan penyelidikan.

"Kita sudah koordinasi dengan keluarga duka. Kita berharap kejadian ini jangan sampai terulang lagi, khususnya bagi masyarakat. Untuk itu, sudah sepantasnya kita meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak kita baik di lingkungan rumah maupun di luar rumah," tutup Maitertika.