Gara-Gara Pandemi, Kredit Macet Program UMi PIP Naik

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejak tahun 2017, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah memberikan pembiayaan ultra mikro (UMi) tanpa menghasilkan kredit macet atau non performing loan (NPL). Namun karena pandemi Covid-19, tahun 2020 penyaluran pembiayaan UMi menghasilkan NPL sebesar 0,03 persen.

"Di akhir tahun 2020 itu awal pertama kita ada pinjaman macet. Tahun 2020 NPL kita 0,03 persen," kata Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah di Graha MR21, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/7).

Pandemi yang terus berlangsung membuat pembiayaan UMi kembali menghasilkan kredit macet. Bahkan sampai akhir tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi 0,25 persen.

"Sampai Desember 2021, angka NPL-nya mencapai 0,25 persen," kata Ririn.

Ririn menjelaskan pandemi membuat semua sektor terpukul, sehingga kredit macet dalam pembiayaan tidak bisa terhindarkan. Terutama debitur usaha ultra mikro PIP yang mayoritas di sektor perdagangan.

"Ketika pandemi kita dibatasi mobilitas, otomatis transaksi penjualan ini menurun. Sekalipun sudah usaha dengan pemasaran online tapi belum bisa kejar omset penjualannya," kata dia.

Mau tak mau, hal ini berdampak pada pemberi pembiayaan. Apalagi pembiayaan yang diberikan PIP melalui pihak ketiga bukan langsung kepada masyarakat.

Sehingga jika kredit macet terjadi di level debitur masyarakat, maka akan berdampak pada debitur tempat PIP memberikan pembiayaan. Untuk itu, pihaknya bersama pemerintah memberikan berbagai upaya meringankan cicilan seperti memberikan subsidi bunga hingga restrukturisasi kredit.

Ririn pun berharap, tahun ini persentase kredit macet PIP di sektor pembiayaan UMi ini bisa melandai. Mengingat kondisi pandemi sudah semakin terkendali dan masyarakat bisa kembali membayar cicilan.

"Mudah-mudahan di tahun 2022 ini pandemi makin melandai, masyarakat bisa lakukan usahanya sehingga mereka bisa membayar cicilan dengan lancar dan NPL-nya bisa menurun," tandasnya. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel