Gara-Gara Rebutan Warisan Kebun Durian, Pria di Muara Enim Tikam Adik Ipar

Merdeka.com - Merdeka.com - HR (57) menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan kondisi kritis akibat dianiaya kakak iparnya, MS (56). Sementara pelaku diamankan polisi setelah menyerahkan diri ke rumah kepala desa.

Peristiwa itu bermula saat korban menemui pelaku di rumahnya, Kecamatan Semendo Darat Tengah, Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (3/11). Dia bermaksud menanyakan perihal kebun durian yang merupakan warisan keluarga.

Saat mengobrol, pelaku tersinggung dengan ucapan korban yang membuatnya emosi. Keduanya pun terlibat cekcok mulut.

Pelaku lantas mengambil pisau dan menyerang adik iparnya itu. Beberapa kali pisau itu mengena pada punggung dan kepala korban hingga terkapar.

Beruntung, warga datang ke rumah begitu mendengar keributan. Korban pun diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit dengan kondisi banyak luka.

Kapolsek Semendo AKP M Ginting mengungkapkan, petugas menjemput tersangka setelah menerima laporan kades setempat terkait peristiwa itu. Tersangka pun mengakui perbuatannya karena rebutan warisan kebun durian.

"Pemicunya karena kebun durian, mereka mempersoalkan warisan keluarga. Tersangka tersinggung dan menyerang korban," ungkap Ginting, Jumat (4/11).

Dia menjelaskan, kebun durian itu sudah lama dipersengketakan antara anggota keluarga itu setelah orang tuanya meninggal. Namun, selama ini tak pernah selesai masalahnya meski sering bermusyawarah.

Akibat perbuatannya, tersangka MS terancam dipenjara selama lima tahun karena melanggar Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan dengan pemberatan. Penyidik menyita sebilah pisau yang digunakan dalam kejahatannya. [cob]