Gara-gara Tak Jadi Akuisisi, Twitter Bakal Gugat Elon Musk

Merdeka.com - Merdeka.com - Twitter akan menggungat Elon Musk gara-gara membatalkan proses akuisisi. Sebelumnya, kabar mengenai Twitter akan dibeli Elon Musk begitu ramai diberitakan. Hingga akhirnya, keramaian kabar itu hanyalah semu.

Atas keputusan pembatalan itu, Twitter menyewa firma hukum yang berbasis di New York, yakni Wachtell, Lipton, Rosen & Katz LLP. Pihak pengacara Twitter mengatakan akan mendaftarkan gugatannya itu di Delaware Court of Chancery pada pekan depan. Hal itu seperti dilaporkan Gadget360, Selasa (12/7).

Dari sisi Musk pun nampak sudah bersiap dengan gugatan Twitter tersebut. Musk sudah menyiapkan lawyer untuk ‘bertarung’ dengan Twitter. Ia akan diwakili oleh firma hukum Quinn Emanuel Urquhart & Sullivan. Langkah Twitter ini sudah diungkapkan oleh ketua dewan Twitter, Bret Taylor melalui kicauannya.

Seperti diketahui, keputusan Elon Musk membatalkan pembelian Twitter karena perusahaan dianggap membuat pernyataan menyesatkan atas jumlah bot spam yang ada di platform-nya. Menurut pengacara Elon, Mike Ringler, Twitter juga terkadang mengabaikan permintaan bos Tesla tersebut.

"Twitter juga terkadang mengklaim telah mematuhi permintaan Musk, sambil memberikan informasi yang tidak lengkap atau tidak dapat digunakan oleh Elon Musk dan timnya," tutur Mike seperti dikutip dari NPR.

Kabar Elon Musk membatalkan akuisisi Twitter ini merupakan puncak dari spekulasi berbulan-bulan, dimana bos SpaceX itu bersikap acuh atas rencana tersebut. Awal pekan ini, pembelian Twitter oleh Musk dilaporkan berada dalam "bahaya serius" karena negosiasi berlarut-larut sebelumnya akhirnya kesepakatan tersebut dibatalkan seluruhnya.

Sumber: Liputan6 / Iskandar [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel