Garangnya Kapolda Metro Baru, Ancam Tindak Pelanggar Prokes

Siti Ruqoyah, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVAKapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran dengan tegas mengaku akan menindak pihak manapun yang coba-coba membuat kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19.

Hal itu mengingat kalau situasi dan kondisi Ibu Kota hingga kini masih belum aman dari penyebaran virus mematikan tersebut. Dalam kesempatan itu, Fadil bahkan menunjukkan data World Health Organization (WHO) soal 59 persen kasus COVID-19 yang terjadi di Pulau Jawa. Sedangkan, kasus positif COVID-19 paling banyak ditemukan di wilayah Jakarta

"Oleh sebab itu berdasarkan dengan data ini, maka siapapun yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan akan kami tindak dengan tegas," ucapnya di Markas Polda Metro Jaya, jumat malam.

Fadil menambahkan, pihakanya akan menggunakan pendekatan preventif strike dalam langkah dini mencegah adanya pelangggaran protokol kesehatan COVID-19 di Ibu Kota. Semua ini dilakukan tak lain untuk keselamatan masyarakat banyak. Menurutnya keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Maka dari itu, kata dia, jangan coba-coba membuat kerumunan massa.

"Jadi penegakan hukum saya dahului dengan pencegahan keras. Kita ketahui bersama bahwa Jakarta saat ini belum aman dari COVID-19," katanya lagi.

Sebelumnya, Fadil Imran, mendukung langkah Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman, yang melakukan pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Beberapa baliho di sekitar Petamburan, markas FPI, dilakukan pencopotan. Bukan oleh Satpol PP DKI, tapi oleh personel TNI.

Hal ini dikatakan Fadil, setelah menjalani serah terima jabatan menjadi kapolda Metro Jaya Jumat, 20 November 2020. Ia menggantikan Irjen Pol Nana Sudjana.

"Saya dukung apa yang dilakukan pangdam Jaya," ucap Fadil di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 20 November 2020.

Dia menilai, tujuan dari pencopotan baliho itu baik bagi bangsa dan negara Indonesia. Sebab, pemasangan spanduk atau baliho itu ada aturannya.

Baca juga: Calon Kapolri hingga TNI Didirikan Ulama