Garap Jembatan Callender Hamilton, Bukaka Raih Kontrak Rp 2,19 Triliun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) melalui anak usahanya, PT Baja Titian Utama meraih kontrak kerja sama untuk proyek penggantian dan atau duplikasi jembatan Callender Hamilton di Jawa.

Direktur Utama Bukaka Teknik Utama, Irsal Kamarudin mengatakan, PT Baja Titian Utama telah teken perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia. Kerja sama tersebut diteken pada Senin, 6 Desember 2021 dengan nilai investasi sebesar Rp 2,19 triliun.

"Proyek ini dilaksanakan pada 37 lokasi jembatan yang tersebar di provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Perjanjian ini merupakan perjanjian KPBU dengan jangka waktu 12 tahun," ujar Irsal dalam keterbukaan informasi Bursa, Senin (6/12/2021).

Rinciannya, terdiri dari 2 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan. PT Baja Titian Utama akan memperoleh pembayaran setelah masa konstruksi selesai melalui skema pembayaran ketersediaan layanan (availability payment) selama 10 tahun dengan nilai pembayaran sebesar Rp 455,87 miliar per tahun di luar PPn.

"Perolehan kontrak oleh PT Baja Titian Utama akan memberikan dampak berupa potensi tambahan pendapatan dan laba bagi perseroan sebagai pemegang saham," kata Irsal.

Di sisi lain, dengan adanya kontrak ini, perseroan akan semakin menambah pengalaman di bidang konstruksi jembatan, khususnya pada proyek jembatan baja.

PT Baja Titian Utama merupakan perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki secara langsung 99 persen oleh Bukaka Teknik Utama.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham BUKK

Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan Senin, 6 Desember 2021, saham BUKK turun 0,78 persen ke posisi Rp 1.230 per saham.

Saham BUKK berada di level tertinggi Rp 1.290 dan terendah Rp 1.220 per saham. Saham BUKK dibuka turun 30 poin ke Rp 1.260. Total frekuensi perdagangan 24 kali dengan nilai transaksi Rp 21,5 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel