Garap peluang pariwisata, pelaku bisnis gelar Solo FBC Festival 2022

Pelaku bisnis hotel, restoran, dan kafe di Solo Raya, Jawa Tengah berupaya menggarap peluang sektor pariwisata yang mulai bergeliat usai pandemi COVID-19 dengan menggelar Solo Food, Beverage, and Chef (FBC) Festival 2022.

Ketua Indonesian Chef Association Solo dan sekitarnya Brian Wicaksono di Solo, Jawa Tengah, Sabtu mengatakan melihat geliat pariwisata dan perekonomian di Kota Solo dan sekitarnya yang sudah meningkat, diproyeksikan industri horeka (hotel, restoran dan kafe) tahun ini ikut terdongkrak dengan pesat.

Oleh karena itu, pada tahun ini pihaknya akan kembali menggelar Solo FBC Festival pada 14-16 Oktober 2022 di De Tjolomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Ia mengatakan pada tahun lalu, penjualan mesin untuk menunjang bisnis tersebut sudah mulai menggembirakan.

"Seperti misalnya penjualan alat mesin kopi sangat laris, pada festival tahun lalu mampu terjual sebanyak 200 unit, dengan harga setiap unitnya sekitar Rp50-80 juta," katanya.

Belum lagi penjualan mesin yang lain, dikatakannya, memperlihatkan bahwa sektor industri tersebut sudah kembali bergeliat.

"Dari situ kami lihat geliat industri FnB (food and beverage) mulai bangkit, khususnya industri horeka, progresnya lari cepat. Sudah mulai banyak pengusaha yang investasi lagi karena memang kondisi perekonomian membaik. Yang sebelumnya masih wait and see, sekarang sudah berani," katanya.

Terkait dengan festival serupa pada tahun ini ditargetkan untuk realisasi transaksi bisa mencapai Rp25 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp10 miliar.

Sementara itu, Project Manager Solo Food, Beverage, and Chef (FBC) Festival 2022 Carolyn Khoe mengatakan pameran kali ini akan melibatkan sekitar 60 peserta dari seluruh Indonesia.

"Targetnya untuk jumlah pengunjung bisa mencapai 8.000-10.000 pengunjung," katanya.
Baca juga: 100 UKM kuliner bakal meriahkan Pusat Takjil Benteng Vastenburg Solo
Baca juga: Kementerian BUMN dorong kuliner halal Kauman inspirasi daerah lain
Baca juga: Kisah Swan Kumarga dirikan Dapur Solo