Garuda Indonesia Kritis, Ini Penjelasan Dirut

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra mengungkapkan, alasan manajemen menawarankan pensiun dini kepada para karyawannya termasuk juga pilot.

Hal ini dikarenakan manajemen berkeinginan untuk fokus dan memaksimalkan upaya dalam upaya pemulihan kinerja serta berbagai program strategis yang tengah dijalankan perusahaan.

"Saat ini kami jajaran manajemen Garuda Indonesia berkeinginan untuk fokus dan memaksimalkan upaya dalam upaya pemulihan kinerja serta berbagai program strategis yang tengah dijalankan perusahaan," katanya dalam pernyataannya, Kamis (3/6/2021).

Sebelumnya, Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) Muzaeni mengatakan, keadaan Garuda Indonesia semakin memprihatinkan, oleh karena itu pihak manajemen Garuda Indonesia menawarkan pensiun dini kepada para karyawannya termasuk kepada pilot.

"Kondisi Garuda Indonesia saat ini semakin memprihatinkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga agar Garuda Indonesia ini tetap dapat terbang di tengah terpaan badai pandemi yang belum kunjung berakhir," kata Muzaeni dalam B-Talk Sang Garuda Tersungkur Digulung Turbulensi, Selasa (25/5).

Sehingga pada akhirnya manajemen menawarkan kepada karyawan dan pilotnya untuk mempercepat pensiun atau pensiun dini. Menurutnya, penawaran ini sesuai dengan aturan yang ada Perjanjian Kerja Bersama atau yang dikenal dengan istilah PKB.

Muzaeni berpendapat, tentunya pensiun dini adalah pilihan yang sangat sulit atau pilihan yang tidak mudah bagi karyawan, karena karyawan memiliki harapan untuk bertahan. "Kenapa mereka ingin bertahan? karena mereka bangga dan bahagia apabila bisa tetap mengabdi kepada PT Garuda Indonesia ini yang kami yakini akan semakin Insyaallah membentangkan sayapnya sebagai kebanggan bangsa Indonesia," ujarnya.

Pegawai Pasrah

Seragam Pramugari Garuda Indonesia rancangan Anne Avantie (Dok. Anne Avantie)
Seragam Pramugari Garuda Indonesia rancangan Anne Avantie (Dok. Anne Avantie)

Kendati demikian, meskipun sulit, para karyawan dan pilot Garuda Indonesia tidak bisa menolak melainkan hanya mampu berserah diri menerimakan keputusan dari pihak manajemen.

"Bukan setuju atau menolak tetapi tawaran ini sesuai dengan apa yang kami perjanjian bersama di Perjanjian Kerja Bersama. Legowo meskipun pilihan yang sangat berat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Muzeni menyebut hingga kini total 1.200 pilot Garuda Indonesia tetap aktif terbang di tengah pandemi covid-19. Hanya saja jam terbangnya menjadi berkurang, sehingga pembagian jam terbangnya tidak merata.

"Total yang ada di Garuda 1.200 Pilot dan semuanya aktif, masih terbang di tengah pandemi. Tidak sama rata jam terbangnya, jam terbang pilot ini tergantung pada jumlah penerbangan. Kalau jumlah penerbangannya sedikit maka jam terbangnya juga sedikit," ujarnya.

Tentunya di masa pandemi covid-19 ini para karyawan paham dengan kondisi perusahaan Garuda Indonesia yang semakin memprihatinkan. Di samping itu, perusahaan juga selalu aktif menginformasikan kondisi terbarunya kepada para karyawan.

"Kami tentunya sangat mengerti keadaan kondisi perusahaan ini, karena perusahaan senantiasa aktif menginformasikan kepada kami karyawan mengenai kondisi terupdate dari perusahaan," pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel