Garuda Indonesia Rekrut Advisor untuk Hadapi Kemungkinan PKPU

·Bacaan 2 menit

VIVA – Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa pihaknya telah merekrut advisor untuk menghadapi kemungkinan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di pengadilan atau di luar pengadilan. Hal ini menjawab pertanyaan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

"Jadi PKPU betul-betul tidak diperlukan ya pak?," tanya Dahlan kepada Irfan di acara Indonesia Business Forum tvOne dikutip Kamis, 3 Mei 2021.

Baca juga: Garuda Sebulan Rugi Rp100 Juta, Utang Bengkak Jadi Rp70 Triliun

Irfan mengatakan bahwa PKPU itu akan menjadi bagian dari proses yang mungkiin akan dilalui. Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA dalam rapat Kementerian BUMN dengan Komisi VI, didapati bahwa utang Garuda Indonesia kini telah membengkak dari Rp20 triliun menjadi Rp70 triliun.

"Gini pak, (PKPU) itu bagian dari proses yang harus kita lalui, pilihan apakah in court (pengadilan) atau out of the court (di luar pengadilan), ini masih butuh analisa lebih mendalam. Kami sudah rekrut beberapa advisor, beserta sekuritas dan tentu saja dengan guidance dari kementerian BUMN," papar Irfan.

Dia menegaskan bahwa pihaknya akan mencari cara yang paling tepat dan paling benar untuk menyelamatkan perusahaan.

"Tentu saja kita kaji cara yang paling tepat yang paling fair kepada semua pihak apakah melalui proses in court atau out of the court," kata dia.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Irfan juga menanggapi kritikan dari Alvin Lie dan Dahlan Iskan. Ia menegaskan bahwa dirinya secara pribadi bukan tipe orang yang mengedepankan hidup mewah.

"Jadi begini, terima kasih pak Alvin pak Dahlan ini guru lama saya. Jadi pak Dahlan tahulah saya bukan orang yang mengedepankan hidup mewah segala macam. Tapi yang penting kan sepertinya semua sumber daya yang kita miliki fokus kepada upaya upaya perbaikan dan melewati masa pandemi ini plus tentu saja melakukan upaya yang memungkinkan sedemikian rupa," kata dia.

Jika pandemi ini berhasil dilewati serta proses restrukturisasi berhasil, maka akan muncul Garuda Indonesia yang 'baru'.

"Karena mohon disadari kalau ini tetap garuda yang model lama ini akan kejadian lagi. kan berapa kali sudah garuda mengalami seperti ini," kata dia.

Irfan juga menyatakan, pihaknya setuju dengan pernyataan pengamat penerbangan yang juga anggota Ombudsman Alvin Lie bahwa ke depan tidak ada lagi budaya tak baik di Garuda.

"Saya setuju dengan pak Alvin, bukan cuma budaya manja atau boros. Tapi cara kerja kita yang berbeda cara kerja kita melihat customer secara berbeda. Menyedian jasa secara berbeda dan cara kita untuk tidak mengkomoditisasi produk produk kita," kata dia.

Sejak beberapa bulan lalu, dia mengatakan bahwa pihaknya sudah mengedepankan tag line 'Because You Matter' untuk pelanggan.

"Mungkin beberapa bulan lalu kita mengedepankan tag line kita because you matter karena setiap penumpang itu matter buat kita. saya dengan senang hati datang ke lapangan ikutan juga di check ini counter. dan siapapun tahu bisa kontak saya. Kapan pun untuk kebaikan. kami sangat terbuka," tutupnya.