Garuda "kandangkan" pesawat rute Denpasar-Shanghai, antisipasi Corona

Risbiani Fardaniah

Maskapai Garuda Indonesia mengandangkan pesawat GA 858 rute Denpasar – Shanghai untuk proses inspeksi lebih lanjut, guna sterilisasi dengan disinseksi pesawat dan penggantian filter High Efficiency Particulate Arresting (HEPA).

Hal itu dikemukakan Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Tumpal M Hutapea dalam surat elektroniknya yang diterima di Makassar, Kamis.

Menurut dia, Garuda Indonesia memperkuat upaya antisipatif penyebaran Virus Corona dengan melakukan disinseksi (penyemprotan cairan khusus) armada untuk memastikan aspek kebersihan kabin pesawat dan sterilisasi terhadap kuman.

"Disinseksi armada dilakukan khususnya pada armada yang sebelumnya melayani penerbangan dari dan menuju China," katanya.

Dia mengatakan upaya tersebut dilakukan sejalan dengan peningkatan epidemi Virus Corona di sejumlah negara.

“Hal tersebut merupakan proses standar safety dan kebersihan Garuda Indonesia yang dilakukan pada kondisi penyebaran epidemi virus wabah penyakit," jelas Capt Tumpal.

Proses disinseksi tersebut dilakukan untuk memastikan kebersihan dan aspek higienis kabin pesawat. Proses disinseksi tersebut juga dilakukan di area kargo pesawat.

Awak pesawat Garuda Indonesia yang bertugas pada rute China juga melakukan prosedural pemeriksaan kesehatan rutin di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara pada saat sebelum dan setelah bertugas.

Terkait dengan pesawat GA 858 Rute Denpasar-Shanghai yang dioperasikan pada 28 Januari 2020 lalu, Garuda Indonesia juga telah melakukan proses inspeksi lebih lanjut berupa disinseksi kabin pesawat serta mengganti filter alat penyaring udara HEPA yang merupakan fitur kelengkapan baku armada yang dioperasikan Garuda Indonesia yang berfungsi untuk mematikan virus dan bakteri di kabin pesawat.

Sejak 5 Februari 2020 Garuda Indonesia telah menunda sementara seluruh layanan penerbangan dari dan menuju China sejalan kebijakan pemerintah terkait dengan peningkatan epidemi Virus Corona dan status darurat global yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Imbas wabah corona, Erick minta Garuda buat strategi baru

Baca juga: Garuda tunda sementara penerbangan dari dan menuju Tiongkok