Garuda Sepakati Restrukturisasi Utang dengan Pertamina, AP I dan AP II

Daurina Lestari, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Garuda Indonesia Tbk telah menyepakati penyelesaian proses restrukturisasi kewajiban utang usaha dengan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, dan PT Pertamina.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan bahwa hal tersebut adalah bagian dari komitmen sinergitas BUMN dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional, khususnya melalui dukungan terhadap akselerasi kinerja Garuda Indonesia sebagai national flag carrier.

Penyelesaian proses restrukturisasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama restrukturisasi antara Garuda Indonesia bersama dengan AP I, AP II, dan Pertamina, dengan kesepakatan relaksasi pembayaran kewajiban Garuda Indonesia.

"Yakni melalui perpanjangan waktu pembayaran kewajiban biaya operasional terhadap AP I, AP II, dan Pertamina selama tiga tahun, dari total outstanding kewajiban perseroan yang tercatat hingga akhir Desember 2020 lalu terhadap ketiga entitas tersebut," kata Irfan dalam keterangan tertulisnya, Rabu 6 Januari 2021.

Baca juga: Emak-emak Berantas Tempat Judi, Polisi Klaim Sudah Sering Razia

Irfan menjelaskan, dirampungkannya proses restrukturisasi ini tidak terlepas dari peran serta pemerintah melalui Kementerian BUMN, dalam mendukung upaya akselerasi pemulihan kinerja perseroan. Melalui restrukturisasi ini, Garuda berharap dapat menunjang upaya penyehatan kondisi finansial perseroan, melalui optimalisasi performa likuiditas perseroan dengan adanya dukungan dari AP I, AP II, dan Pertamina.

"Khususnya atas relaksasi periode waktu pembayaran kewajiban perseroan," ujarnya.

Irfan mengaku pihaknya sangat mengapresiasi AP I, AP II, dan Pertamina, atas komitmen sinergitas BUMN yang telah terjalin dengan solid seperti ini, sehingga kesepakatan restrukturisasi dapat tercapai. Karena hal ini mempunyai arti yang sangat penting dan strategis dalam kaitan dengan proses pemulihan yang dilaksanakan oleh Garuda Indonesia secara keseluruhan.

"Terutama dalam memaksimalkan peran kami sebagai national flag carrier Indonesia guna menunjang geliat perekonomian dan pariwisata nasional," kata Irfan.

Dia menambahkan, Garuda optimistis bahwa dengan sinergi ekosistem industri penerbangan yang semakin baik ini, maka hal itu akan menjadi fondasi fundamental dalam mendukung keberlangsungan usaha yang lebih optimal bagi masa depan bisnis Garuda Indonesia.

Melalui restrukturisasi kewajiban perseroan ini, Irfan berharap Garuda Indonesia dapat semakin bergerak dinamis memaksimalkan langkah upaya pemulihan kinerja.

"Misalnya melalui berbagai langkah strategis dalam memperkuat fokus bisnis perseroan secara berkelanjutan," ujarnya. (art)