Garut Punya Bupati Baru  

TEMPO.CO, Garut - Mulai Kamis, 4 April 2013, Kabupaten Garut resmi memiliki bupati baru, yakni Agus Hamdani. Agus dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Garut di gedung DPRD, Kamis, 4 April 2013.

Pelantikan dimulai sekitar pukul 09.20 dan selesai pukul 10.00. Sebelumnya, Agus menjabat wakil bupati. Agus menggantikan Bupati Aceng Fikri yang dilengserkan parlemen Garut karena menikahi dan menceraikan anak di bawah umur dalam waktu singkat.

Seusai melantik, Ahmad Heryawan mengatakan, tugas Agus dalam memimpin pemerintahan dan pembangunan Garut tidak ringan. Dia berharap, Agus segera merekondisi situasi di Garut agar tetap kondusif. Terutama menjelang pemilihan Bupati Garut September 2013 serta pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2014.

"Dalam waktu singkat, (bupati) menjalankan tugas pemerintah dengan baik. Bangun konsolidasi antara pegawai negeri sipil," kata Heryawan.

Menurut dia, wilayah Garut saat ini masih termasuk daerah tertinggal. Karena itu, pemerintah harus mengevaluasi sisi mana yang masih dikatakan tertinggal.

"Kalau sisi kesehatan dan pendidikan (yang harus dievaluasi), ya anggaran harus dialokasikan ke situ. Baru kemudian dianggarkan untuk kepentingan lain-lain. Itu skala prioritas, kan," kata Heryawan.

Dia juga meminta bupati mempercepat pembangunan di daerah terpencil, termasuk pembangunan sarana-prasarana di sana. "Biar Garut keluar dari daerah tertinggal," kata Heryawan.

Heryawan mengatakan, pemerintah harus membangun fasilitas layanan publik, seperti trotoar, kelengkapan rambu lalu lintas, ruang publik, dan sarana olahraga. "Bangkitkan kembali komoditas Garut, seperti domba, jeruk, dan batik Garutan. Ini khas Kabupaten Garut yang perlu dikembangkan," ucap Heryawan.

Terakhir, dia meminta pemerintah fokus membangun sarana kesehatan dan pendidikan di Garut. Kepada warga Garut, Heryawan meminta mendorong bupati dan DPRD untuk menyelesaikan persoalan di wilayah Garut.

Agus Hamdani mengatakan siap menjalankan tugas sebagai bupati. Saat ditanya program kerja di sisa masa jabatannya, dia hanya berucap siap mencairkan segala anggaran yang terhambat dan semua administrasinya.

Pencairan anggaran itu, kata dia, seperti dana hibah anggaran pemilihan bupati dan tunjangan Dewan. "Intinya siap menjalankan tugas dan menyelesaikan administrasi. Seperti pencairan dana hibah yang terhambat," kata Agus.

CANDRA NUGRAHA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.